Blora (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana menindaklanjuti gerakan asri, ke taman Seribu Lampu Cepu, dimana sebelumnya 12 Shelter Alun-alun Blora dibongkar.
“(Selanjutnya) Kalau tidak salah taman seribu lampu Cepu,” kata Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini kepada awak media, Kamis (26/02/2026).
Dia mengungkapkan, gerakan asri tersebut diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, lalu ditindaklanjuti pemerintah provinsi hingga kabupaten.
“Oleh karena itu kita tidak mau sebagai pimpinan wilayah, mengabaikan perintah-perintah atasan. Bagaimana supaya ada bekasnya kita bekerja, yang nyolok (kelihatan),” jelasnya.
Diterangkan, bahwa di Kabupaten Blora telah ada perda yang mengatur zona wilayah yang mana alun-alun masuk didalam Perda tersebut. Selanjutnya pihaknya melakukan rapat untuk memutuskan perapian alun-alun kota Blora, dan dinyatakan tidak layak.
“Alun-alun itu ada perdanya dan sudah masuk zona. Jadi dulunya itu sudah ada peringatan awal. (Disana) Karena bekas makanan, selokan penuh sampah, kotak-kotak itu untuk tempat pecahan gelas,” terang dia.
Sebelumnya, sebanyak 12 tempat pedagang atau shelter di area Alun-alun Blora dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya tempat pedagang tersebut dinilai tidak layak, berkarat dan rawan roboh.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Kiswoyo menyampaikan, pembongkaran shelter yang ada di Alun-alun sudah sesuai regulasi. Hal itu juga sesuai permintaan dari pimpinan.
“Kami sudah ada Perda, bahwa pedagang harus tahu kapan di bongkar dan kapan mengembalikan tempat posisi bersih. Nanti Alun-alun akan di kembalikan sebagai ruang terbuka hijau,” ucap Kiswoyo, Selasa (24/02/2026).
Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama ketua paguyuban pedagang yang ada di area alun-alun Blora. Nantinya akan dipasang banner dilarang berjualan di seluruh kawasan alun-alun.
“Kami sudah menginformasikan dan memberi keringanan kepada pedagang untuk menggunakan kawasan tersebut sampai lebaran idhul Fitri. Itu tawaran kepada pedagang, untuk eksekusi akan dirapatkan bersama Bupati,” ungkapnya.
Ia menambahkan pihaknya menawarkan alternatif pedagang untuk berjualan di Pasar Sido Makmur karena pagar yang menjadi pembatas di pasar akan dimajukan. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































