PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Di tengah isu masih ada siswa SMP yang belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), SMP Satu Atap (SATAP) Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, menegaskan seluruh siswanya sudah menguasai keterampilan dasar tersebut.
Kepala SMP SATAP Kutorojo, Niti Setiasih, mengatakan tidak ada kasus siswa buta calistung di sekolahnya.
“Alhamdulillah, semua anak di sekolah kami bisa membaca, menulis, dan berhitung. Kalaupun ada yang agak lemah di berhitung, itu wajar untuk anak SMP, misalnya pada operasi pembagian,” ujarnya, Rabu, 24 September 2025.
Meski demikian, pihak sekolah menaruh perhatian khusus pada peningkatan literasi siswa. Menurut Niti, literasi menjadi visi utama sekolah dan ditempatkan sebagai prioritas dalam program pendidikan.
“Literasi itu sangat penting bagi siswa, karena akan menentukan kemampuan mereka dalam belajar di semua mata pelajaran,” tegasnya.
Budayakan Siswa Membaca Lewat Jumpa Ceria
Niti mengatakan keterbatasan fasilitas perpustakaan di daerah pegunungan tidak menyurutkan semangat sekolah. Sejumlah program inovatif digagas, di antaranya “Jumpa Ceria” (Jumat Pagi Bercerita Bahagia).
Program jumpa ceria mengajak siswa membaca berbagai bacaan dari buku maupun internet, kemudian menceritakan kembali sambil duduk lesehan di alam terbuka. Kegiatan tersebut juga didokumentasikan dan diunggah ke kanal YouTube sekolah.
Selain itu, sekolah menyiapkan spot taman baca, menambah koleksi buku melalui Dana BOS, serta merencanakan pemilihan duta literasi untuk memotivasi siswa meningkatkan budaya membaca.
“Kami juga mengajak anak-anak ke Perpustakaan Daerah Kajen agar mereka bisa mengakses bacaan lebih luas,” kata Niti.
Tak hanya itu, sekolah rutin menggelar lomba literasi untuk memberi apresiasi pada siswa yang aktif membaca dan menulis. Menurut Niti, pemberian penghargaan penting agar siswa merasa usaha mereka dihargai.
Dengan berbagai upaya ini, SMP SATAP Kutorojo berkomitmen membentuk budaya baca yang kuat meski berada di wilayah pegunungan.
“Kami ingin anak-anak terbiasa membaca dan mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























