Semarang (lingkarjateng.id) – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman dan surplus jelang bulan Ramadan 1447 H. Hal itu sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian jika stok pangan secara nasional mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan meski ketersediaan pangan relatif aman, potensi kenaikan harga di pasaran tetap menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama karena sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang pada momen meningkatnya permintaan.
“Hanya mungkin yang perlu diwaspadai adalah kaitannya dengan harga pangan. Biasanya para pedagang di momen ini memanfaatkan untuk menaikkan harga,” kata Dyah, pada Senin (9/2/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya akan menggandeng Badan Pangan Nasional (BPN) dan Reskrimsus Satgas Pangan dari kepolisian untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Pengawasan tersebut difokuskan untuk memastikan harga bahan pokok di pasar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). “Seminggu sebelum puasa nanti kami bersama BPN dan Reskrimsus Polisi Satgas Pangan mulai turun ke lapangan untuk benar-benar memastikan harga di pasar sesuai HET,” sebutnya.
“Ini juga sudah kami lakukan menjelang Natal dan Tahun Baru Desember kemarin,” imbuh Dyah.
Dirinya menilai langkah pengawasan yang dilakukan sebelumnya cukup efektif menekan lonjakan harga. Dari hasil pemantauan, tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasaran. Dengan pola pengawasan yang sama, ia berharap bisa kembali diterapkan menjelang Ramadan.
“Artinya, sebenarnya kalau ramai-ramai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional itu ada kenaikan harga, itu menurut kami ulah dari pelaku usaha di pasar,” tegasnya.
Selain pengawasan harga, Dinas Ketahanan Pangan juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Program GPM tingkat nasional direncanakan berlangsung satu kali, yakni seminggu sebelum Ramadan, sementara GPM tingkat Jawa Tengah akan dilaksanakan seminggu sebelum Lebaran.
Di sisi lain, pemerintah kabupaten/kota juga akan menggelar GPM sesuai jadwal masing-masing yang berlangsung dalam rentang awal hingga akhir bulan Ramadan.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi hingga Hari Raya Idulfitri.***
Jurnalis : Rizky
Editor : Fian
































