GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Grobogan, Sugeng Prasetya, mengutuk keras praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan pusat dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menegaskan penyelenggaraan program MBG harus dijalankan secara disiplin dan sesuai standar demi menjaga keselamatan para penerima manfaat.
Sugeng yang juga menjabat Wakil Bupati Grobogan menyebut kelalaian dalam pelaksanaan program dapat berdampak serius, mulai dari gangguan kesehatan hingga potensi keracunan makanan.
Ia juga mengingatkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang baik.
“IPAL-nya tolong diperhatikan dengan serius. Jika IPAL bermasalah, maka dapur bisa diberhentikan,” tegasnya, saat menyampaikan sambutan dalam acara konsolidasi Partai Gerindra, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurutnya, IPAL menjadi salah satu aspek krusial yang tidak boleh diabaikan dalam operasional dapur MBG, karena berkaitan langsung dengan kebersihan dan keamanan pangan.
Tak hanya itu, Sugeng juga mengingatkan seluruh penyelenggara program di masing-masing satuan agar tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran.
Ia menyoroti potensi penyimpangan yang dapat berujung pada penyajian makanan yang tidak layak konsumsi.
“Jangan ada yang main-main (alokasi anggaran), berikan sesuai dengan harga yang disepakati,” ujarnya.
Ia menegaskan, program MBG merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, sehingga integritas dan tanggung jawab penyelenggara menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Satgas MBG Grobogan, lanjut Sugeng, akan terus melakukan pengawasan ketat guna memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid
































