SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Salatiga menjalankan proyek percontohan penanaman padi kering dan sorgum di Balai Budidaya Ikan (BBI) Pulutan.
Program percontohan itu sudah berjalan sepuluh hari dan menunjukkan pertumbuhan awal yang positif. Tunas padi dan sorgum mulai muncul, menandakan proses tanam di lahan kering berlangsung sesuai rencana.
Di lahan sekitar 300 meter persegi itu, Pemkot Salatiga menanam kurang lebih 2.700 benih padi sekaligus menguji efektivitas pupuk organik dan pupuk biometa.
Wali Kota Robby menegaskan pentingnya pengembangan sorgum sebagai sumber karbohidrat alternatif yang memiliki nilai gizi tinggi dan tahan terhadap perubahan iklim.
“Sorgum ini sumber karbohidrat yang baik, seratnya tinggi, dan bisa menjadi pengganti beras. Kalau ini berhasil, sorgum bisa jadi komoditas strategis Salatiga untuk memperkuat ketahanan pangan kita,” ujarnya, Rabu, 26 November 2025.
Selain nilai gizinya, sorgum dinilai memiliki prospek ekonomi karena dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari tepung, pakan ternak, hingga pangan fungsional.
Sorgum memiliki masa panen yang hampir sama dengan padi kering, yakni sekitar 90–96 hari. Oleh karena itu komoditas ini dinilai layak dikembangkan secara lebih luas.
Melihat tren pertumbuhan yang menjanjikan, Pemkot Salatiga berencana memperluas pola tanam sorgum bersama padi kering ke wilayah lain.
“Kami juga mendorong pemanfaatan pekarangan warga sebagai lahan budidaya untuk mendukung kemandirian pangan keluarga,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































