SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Salatiga akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) dalam menata rantai distribusi pangan.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan bahwa jaminan stok pangan, termasuk beras harus diiringi dengan sistem distribusi yang lebih efisien dan berpihak pada masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkot Salatiga mendorong kolaborasi antara Bulog, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), dan Koperasi Merah Putih.
Menurut Robby, pemangkasan rantai distribusi menjadi kunci agar harga pangan tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
“Ketersediaan stok sudah aman. Tugas kita berikutnya memastikan distribusinya tertata. KKMP kita perkuat sebagai jalur distribusi ke masyarakat, dengan dukungan PDAU dan Bulog,” ujarnya saat menerima audiensi Perum Bulog di ruang kerjanya pada Selasa, 6 Januari 2026.
Saat ini, Kota Salatiga telah memiliki 23 unit Koperasi Merah Putih yang sebagian besar telah berkembang menjadi Rumah Pangan Kita (RPK).
Sementara itu Perum Bulog wilayah Jawa Tengah menilai jaringan distribusi tersebut bisa menjangkau masyarakat secara langsung dan lebih efisien.
Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, dalam audiensi tersebut juga melaporkan bahwa ketersediaan stok pangan di Kota Salatiga hingga pertengahan tahun 2026 dalam kondisi aman.
Stok beras di Jawa Tengah hingga 4 Januari 2026 mencapai 242.813 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, termasuk mendukung stabilisasi harga pangan.
“Stok beras aman dan siap disalurkan. Dengan kondisi ini, kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun dapat terpenuhi,” ujar terangnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa

































