SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem toleransi yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif pada Konferensi Kota Toleran 2025 yang berlangsung di Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu, 16 November 2025. Forum tingkat nasional ini mempertemukan berbagai kepala daerah untuk berbagi praktik baik dalam membangun kota yang inklusif dan harmonis.
Pada konferensi tersebut, Kota Salatiga turut menandatangani Deklarasi Komitmen Bersama Percepatan Ekosistem Toleransi. Deklarasi ini memuat upaya penguatan kepemimpinan politik, peningkatan program-program toleransi di masyarakat, serta perluasan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam merawat keberagaman.
Keikutsertaan Salatiga pada Konferensi Kota Toleran 2025 menguatkan posisi kota tersebut sebagai daerah yang berkomitmen pada keberagaman, kerukunan, dan penguatan ekosistem toleransi secara berkelanjutan.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menilai, forum ini menjadi langkah penting untuk mendorong daerah terus berinovasi dalam menjaga kerukunan.
“Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat inisiatif dan kolaborasi antar-daerah dalam menjaga keberagaman serta membangun ekosistem toleransi yang berkelanjutan. Selamat Hari Toleransi Nasional 2025,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menyoroti bagaimana kotanya mengelola keberagaman melalui 17 paguyuban etnis dan lembaga adat Tidayu. Festival budaya dan ruang interaksi masyarakat disebut menjadi fondasi kuat kerukunan di Singkawang.
“Pengalaman tersebut menjadi salah satu praktik baik yang dapat diadaptasi daerah lain, termasuk Salatiga, dalam memperkuat toleransi sosial,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S






























