PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pasca banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Pekalongan, jajaran kepolisian bergerak cepat memastikan keamanan jalur transportasi vital. Dua Kapolres di wilayah Pekalongan kompak turun langsung mengecek kelayakan rel kereta api setelah air surut, Senin, 19 Januari 2026.
Pengecekan dilakukan oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf bersama Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi. Fokus peninjauan diarahkan ke dua titik strategis, yakni perlintasan sebidang di depan Polsek Pekalongan Barat serta kawasan Stasiun Sragi, yang sebelumnya sempat tergenang banjir.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi rel benar-benar aman dilalui kereta api dan tidak mengalami gangguan struktur akibat terjangan air. Mulai dari bantalan rel, balast, hingga potensi tanah amblas menjadi perhatian utama dalam peninjauan tersebut.
Update Banjir Kota Pekalongan: 8.692 KK Terdampak, 2.400 Jiwa Mengungsi
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan, pengecekan pascabanjir menjadi hal krusial guna mencegah risiko kecelakaan kereta api.
“Air sempat menggenangi jalur ini, sehingga kami harus memastikan tidak ada bantalan rel yang goyah atau kondisi tanah yang amblas. Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga mewaspadai endapan lumpur, sampah, maupun kerikil yang terbawa arus banjir dan berpotensi mengganggu stabilitas rel. Pihak kepolisian pun berkoordinasi dengan PT KAI untuk memastikan pembersihan dan penguatan jalur dilakukan secara optimal.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menambahkan bahwa jalur rel di Pekalongan merupakan salah satu jalur padat di Pulau Jawa sehingga membutuhkan pengawasan ekstra.
“Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga objek vital nasional. Kami ingin operasional kereta api kembali normal dan aman 100 persen setelah banjir surut,” tegasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S






























