GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan buka suara terkait dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan santri di Kecamatan Gubug setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, 9 Januari 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menyatakan seluruh perangkat daerah telah dikerahkan untuk memastikan peserta didik yang terdampak mendapatkan perawatan kesehatan secara maksimal.
“Kami pastikan seluruh siswa dan santri terdampak memperoleh pertolongan cepat serta tertangani secara medis dengan baik. Puskesmas dan tenaga kesehatan sudah kami siagakan,” tegas Anang, Minggu, 11 Januari 2026.
Data sementara yang dihimpun dari Puskesmas setempat dan UPTD Korwil Pendidikan Kecamatan Gubug menunjukkan ratusan siswa sekolah hingga santri pondok pesantren mengalami keluhan kesehatan, sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Jumlah terbanyak dilaporkan berasal dari lingkungan SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto dengan ratusan siswa terdampak.
Sebagai langkah lanjutan, kata Anang, Pemkab Grobogan langsung melakukan koordinasi lintas sektor melalui kecamatan dan dinas terkait. Upaya tersebut meliputi pendataan korban, pemeriksaan kesehatan di lokasi, hingga pendampingan medis bagi siswa dan santri yang mengalami gejala.
Selain fokus pada penanganan korban, Anang menyebut Pemkab Grobogan juga menegaskan komitmennya dalam mencegah kejadian serupa terulang. ia menekankan bahwa pelaksanaan program MBG harus memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan.
“Terkait SPPG, di luar kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memberhentikan operasional, kami juga memberikan perhatian keras kepada pengelola agar memenuhi seluruh standar SPPG. Bahkan kami meminta BGN untuk tidak mengizinkan kembali operasional jika standar tersebut belum dipenuhi,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Grobogan memastikan evaluasi tidak hanya difokuskan pada SPPG Kuwaron yang diduga menjadi pemasok MBG dalam kasus ini, tetapi juga akan menyasar seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Grobogan.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang seluruh pengelola SPPG. Ini sebagai evaluasi menyeluruh agar program Makanan Bergizi Gratis benar-benar berjalan aman, layak, dan tidak membahayakan peserta didik,” pungkas Anang.
Hingga saat ini, proses penanganan terhadap siswa dan santri yang terdampak masih terus berlangsung. Pemkab Grobogan juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid































