SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dampak banjir yang meluas di Kabupaten Pati menyebabkan kerusakan parah pada tambak budidaya ikan milik warga. Sedikitnya 16 kecamatan terdampak banjir, di antaranya Kecamatan Tayu, Gabus, Margoyoso, Dukuhseti, Kayen, serta sejumlah kecamatan lain yang masih dalam tahap verifikasi.
Dari total kecamatan terdampak tersebut, tercatat sedikitnya 19 desa dengan ratusan pemilik tambak mengalami kerugian akibat bencana banjir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, mengungkapkan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Margoyoso.
“Di Margoyoso saja ada sekitar 250 hektare tambak budidaya ikan yang rusak akibat banjir. Komoditas utamanya ikan nila salin, dan sebagian besar sudah siap panen saat banjir datang,” ujar Endi saat ditemui di kantornya, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, banjir menyebabkan tanggul tambak jebol atau air meluap melebihi tanggul sehingga ikan terbawa arus. Kondisi tersebut membuat para pembudidaya mengalami kerugian besar.
“Sudah siap panen malah ngintil, terbawa arus banjir. Kalau satu ton ikan harganya sekitar Rp18 ribu per kilogram, itu sudah puluhan juta rupiah kerugiannya,” katanya.
Selain Kabupaten Pati, DKP Jawa Tengah juga menerima laporan adanya kerusakan tambak di Kabupaten Pemalang, tepatnya di Desa Didokare. Namun, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan luasan tambak maupun jumlah desa yang terdampak.
“Semua data banjir masih dalam tahap inventarisasi. Untuk Pemalang dan daerah lain yang terdampak, laporannya belum masuk secara lengkap, jadi kami belum bisa menyebutkan detailnya,” jelas Endi.
Terkait bantuan bagi pembudidaya ikan, Endi menyebutkan bahwa hingga saat ini sektor budidaya perikanan belum memiliki skema perlindungan seperti asuransi gagal panen yang dimiliki petani tanaman pangan.
Menurutnya, asuransi yang ada masih terbatas pada nelayan, khususnya perlindungan kecelakaan kerja saat melaut, bukan kerugian usaha akibat bencana banjir.
Sebagai langkah pemulihan, DKP Jawa Tengah menyiapkan bantuan bagi pembudidaya ikan yang terdampak, terutama dalam bentuk penyediaan benih ikan.
“Tergantung anggaran yang tersedia, nanti akan kita petakan wilayah mana yang paling membutuhkan. Yang membutuhkan benih akan kita bantu terlebih dahulu,” tegasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid
































