BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan segera memulai rekonstruksi Jembatan Kali Belo di Kecamatan Tersono yang sebelumnya putus akibat banjir bandang pada awal 2025.
Proyek pembangunan Jembatan Kali Belo dijadwalkan masuk tahap lelang pada Januari 2026 dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Februari 2026 mendatang.
Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang, Endro Suryono, mengungkapkan bahwa jembatan baru akan dibangun dengan desain dan konstruksi yang lebih kokoh dibanding sebelumnya.
Salah satu perubahan yang mencolok adalah penghapusan pilar tengah yang selama ini menjadi titik rawan saat banjir.
“Desain jembatan sepanjang 42 meter × 8 meter ini nantinya sudah tidak ada pilar tengahnya, tapi langsung dari abutmen ke abutmen yang dipasang di belakang abutmen lama. Secara teori akan sangat aman dan kuat, ketika ada air pasang datang,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 13 Oktober 2025.
Endro menjelaskan, teknologi lama memang masih menggunakan dua hingga tiga pilar penyangga di tengah, namun pendekatan terbaru menghilangkan elemen tersebut untuk mengurangi hambatan aliran air saat banjir.
“Tentu sangat berpengaruh, ketika ada pilar penyangga di tengah akan mengganggu saat air datang, makanya di teknologi terbaru ini sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa pembangunan jembatan akan menggunakan rangka baja guna memperkuat struktur keseluruhan.
Menurutnya, jembatan baru juga dirancang untuk menopang beban kendaraan berat dengan kapasitas hingga 30 ton.
Adapun anggaran yang disiapkan mencapai Rp9 miliar dengan estimasi waktu pengerjaan selama lima bulan.
“Rencananya pertengahan Januari sudah ada kontrak dan pengerjaan insyaallah dimulai awal Februari 2026,” ujarnya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid





























