KUDUS, Lingkarjateng.id – Gelaran karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-476 Kabupaten Kudus berlangsung meriah di Alun-alun Simpang Tujuh, Sabtu, 20 September 2025. Meski dilaksanakan pada siang hari di bawah teriknya matahari, antusiasme peserta dan masyarakat tetap tinggi.
Sebanyak 23 kontingen yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA, perwakilan tiap kecamatan, hingga perusahaan swasta di Kabupaten Kudus tampil memamerkan keragaman seni dan budaya daerah.
Puncak acara dimeriahkan parade seni barongan dengan melibatkan 50 seniman barong yang memukau ribuan penonton.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi penuh penampilan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa tema tahun ini, “Harmoni dalam Toleransi”, menjadi pengingat pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
“Alhamdulillah, rangkaian hari jadi Kudus berjalan sukses. Karnaval ini bukan hanya hiburan, tetapi juga edukasi bagi kita semua. Kudus beragam agama, budaya, dan karakter masyarakatnya. Semua berbaur dalam harmoni, saling menghargai, saling merangkul. Perbedaan adalah sunnatullah yang harus kita syukuri,” tutur Sam’ani.
Menurutnya, karnaval budaya menjadi simbol keberagaman masyarakat Kudus yang hidup rukun dan tertib.
Ia berharap semangat kebersamaan itu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah.
“Penampilan yang luar biasa ini harus kita apresiasi dan tularkan ke anak-anak muda. Inilah warisan budaya yang bisa memperkuat kebanggaan sekaligus mempererat kebersamaan,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mungkin terganggu akibat penutupan jalan selama acara.
Namun, ia menilai karnaval tahunan ini membawa manfaat besar, termasuk potensi wisata dan peningkatan ekonomi lokal.
Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah, menilai karnaval budaya dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru.
“Setiap daerah punya kekhasan seni dan budaya. Jika dikelola dengan baik, akan memberi dampak positif, baik pada kunjungan wisata maupun perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid





























