BLORA, Lingkarjateng.id – Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Karangjati, Kabupaten Blora terganggu suara bising kelelawar meskipun sudah ada perbaikan.
Ruang kelas di SDN 1 Karangjati, utamanya di lantai dua, bagian plafon kelas tiga memang mengalami kerusakan dan berujung menjadi sarang kelelawar.
Dinas Pendidikan Kabupaten Blora telah menggelontorkan anggaran Rp92,6 juta untuk memperbaiki plafon ruang kelas tersebut. Namun, kelelawar kembali ke titik ruangan meskipun seluruh plafon kelas diperbaiki.
Para murid dan guru kembali mendengar suara kelelawar yang mengganggu kegiatan belajar mengajar, khususnya di kelas tiga.
Suara kelelawar masih terdengar jelas meskipun plafon sudah tertutup rapat. Diduga, kelelawar masih bersarang di atap, di balik plafon.
“Awalnya saat perbaikan plafon itu, seluruh kelelawar sudah diusir. Kemudian tukang memperbaiki plafon. Jadi saat diperbaiki itu sudah tidak ada kelelawar,” jelas, Sulistiningsih, guru kelas 3 SD Negeri 1 Karangjati saat dimintai keterangan, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Sulistiningsih, suara kelelawar kembali terdengar tak berselang lama setelah perbaikan plafon.
“Awalnya kan ini gudang, tapi setelah plafon diperbaiki ini diperuntukkan untuk ruang kelas tiga. Setelah plafon selesai diperbaiki, itu kami menggunakan ruang ini aman, nyaman, enggak ada suara kelelawar,” bebernya.
“Seminggu kemudian, tiba-tiba ada suara kelelawar lagi. Dan ini kayaknya lebih banyak,” sambungnya.
Sulistiningsih, tidak tahu kelelawar itu bisa masuk dari mana. Berdasarkan pengamatannya seluruh lubang atap, jendela, dan pintu sudah tertutup semua.
“Enggak tahu masuknya dari mana, padahal sudah rapat semua,” katanya
Kondisi suara bising kelelawar itu membuat Sulistiningsih, terganggu saat proses belajar mengajar. Pasalnya di dalam ruangan sangat jelas suara kelelawar.
“Dikatakan terganggu, nggih terganggu. Tapi mau gimana lagi adanya seperti ini. Kami juga sudah berusaha, dari dinas juga sudah memberikan bantuan perbaikan plafon, tapi nyatanya kelelawarnya balik lagi,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa































