KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang periode 2026-2029 resmi dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ketua PWI Kabupaten Semarang periode 2026-2029, Rony Yuwono, mengatakan pemberantasan hoaks menjadi salah satu prioritas program kerja organisasi. Upaya tersebut dinilai penting, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 160 desa.
“Upaya menangkal hoaks menjadi salah satu fokus program kerja kepengurusan baru,” katanya.
Rony menjelaskan, kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Ada beberapa program kerja yang akan kami lakukan, yakni menjaga marwah PWI, melawan hoaks, serta membangun kerja sama yang edukatif. Pada intinya, program tersebut harus bermanfaat bagi masyarakat, Kabupaten Semarang, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
Ia menegaskan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, peran tersebut semakin penting selama tahapan Pilkades agar masyarakat tidak terpengaruh informasi menyesatkan maupun pemberitaan yang berpotensi memicu konflik.
“PWI akan menempatkan porsi pemberitaan yang edukatif dan tidak provokatif. Kami juga mengajak masyarakat agar cerdas memilih pemimpin kepala desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepala desa merupakan unsur pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap kualitas pemimpin yang terpilih mampu mendorong kemajuan desa sekaligus memperkuat pembangunan Kabupaten Semarang.
“Ketika desa kuat dan kepala desa yang dipilih bagus, Kabupaten Semarang juga akan kuat. Pada akhirnya, hal itu turut memperkuat NKRI,” tuturnya.
Selain menangkal informasi palsu, PWI Kabupaten Semarang akan mendorong peningkatan kompetensi wartawan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Rony mengingatkan, tuntutan media untuk menyampaikan berita secara cepat harus tetap disertai akurasi, keseimbangan informasi, dan verifikasi yang memadai.
“Kecepatan saja tidak cukup. Akurasi, keseimbangan, dan profesionalitas tentu akan menjadi bidang garap PWI Kabupaten Semarang,” katanya.
Kepengurusan periode 2026-2029 juga bertekad memperluas sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang dan berbagai pemangku kepentingan.
Namun, kata Roy, kerja sama tersebut tetap akan memperhatikan independensi pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
Ia berharap PWI dapat mengambil peran lebih luas dengan menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin PWI menjadi part of solution, bagian dari solusi. Artinya, kami akan menjadi organisasi profesi yang turut menghadirkan terobosan dan solusi atas berbagai persoalan di Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Kepengurusan PWI Kabupaten Semarang periode 2026-2029 mengusung tema Merawat Ekosistem Pers Profesional, Adaptif dan Berintegritas, Perkuat Solidaritas PWI Kabupaten Semarang Berdikari.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, berharap kepengurusan PWI yang baru dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami bersama pemerintah daerah mohon dukungan dan kerja samanya bersama PWI dalam rangka membangun Kabupaten Semarang secara bersama-sama dan menjaga ketenteraman serta kondusivitas,” katanya.
Ngesti juga meminta dukungan PWI dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelancaran Pilkades serentak di 160 desa. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat diperlukan agar seluruh tahapan pemilihan berlangsung aman.
Ia menyampaikan bahwa unsur Forkopimda telah mengikuti apel pengamanan Pilkades serentak yang diinisiasi kepolisian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan untuk menjaga situasi tetap terkendali selama proses pemilihan.
Ngesti turut membuka ruang komunikasi bagi PWI untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan kepada pemerintah daerah. Ia berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers dapat terus terjalin secara konstruktif demi mendukung kemajuan Kabupaten Semarang.
Editor: Muslichul Basid





























