SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kinerja moda transportasi publik milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) yaitu Trans Jateng, menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Tingkat keterisian penumpang (load factor) tercatat melampaui 110 persen, sementara penggunaan transaksi nontunai terus meningkat hingga mencapai 8,72 persen.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari peran petugas Trans Jateng yang saat ini berjumlah 566 orang dan melayani penumpang di tujuh koridor. Dari jumlah tersebut, sekitar 41,70 persen berasal dari keluarga prasejahtera.
Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi, Dinas Perhubungan Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada awak Trans Jateng yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan. Sebanyak 33 kru terbaik menerima penghargaan yang diserahkan di Aula Dishub Jateng pada akhir pekan lalu.
“Pelayanan transportasi publik yang berkualitas merupakan elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta membangun kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. Melalui evaluasi ini, kita dapat terus berbenah dan menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih baik,” ujar Arief, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah kategori petugas, mulai dari administrasi, timer, petugas pengawas perjalanan angkutan (PPA), hingga pramujasa. Aspek yang dinilai meliputi kinerja sesuai tugas pokok dan fungsi, kedisiplinan, serta capaian pelayanan, termasuk peningkatan penggunaan sistem pembayaran nontunai.
Selain individu, Dishub Jateng juga menilai kinerja rute terbaik Trans Jateng berdasarkan berbagai indikator, di antaranya load factor, pertumbuhan transaksi cashless, pendapatan tiket, jumlah aduan masyarakat, partisipasi dalam kegiatan edukasi transportasi (edutrip), serta keaktifan publikasi di media sosial.
Data Balai Transportasi Jawa Tengah mencatat, sejak 2017 hingga 2025, jumlah penumpang Trans Jateng mencapai 45.542.727 orang. Khusus pada 2025, jumlah pengguna layanan ini tercatat sebanyak 10.240.745 penumpang.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut turut didorong kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menetapkan tarif khusus Rp1.000 bagi buruh, pelajar, dan veteran.
Seiring berkembangnya sistem pembayaran digital, minat masyarakat terhadap transaksi nontunai juga meningkat. Pada 2025, penggunaan pembayaran cashless tercatat sebesar 8,72 persen, yang didominasi oleh QRIS sebesar 5,98 persen, metode tapping 2,41 persen, serta aplikasi Si Anteng 0,34 persen.
Pengguna pembayaran nontunai paling banyak berasal dari penumpang umum dengan persentase 62,06 persen, diikuti pelajar 23,68 persen, buruh 7,28 persen, lansia 6,23 persen, penyandang disabilitas 0,13 persen, dan veteran 0,02 persen.
Selain layanan reguler, Trans Jateng juga melayani kegiatan edutrip bagi pelajar. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 11.409 perjalanan edukasi yang dilaksanakan di tujuh koridor.
“Kami berharap apresiasi ini tidak hanya menjadi penghargaan semata, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kompetisi yang sehat, Trans Jateng dapat terus tumbuh sebagai layanan transportasi publik yang unggul dan profesional,” tambah Arief.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi publik yang ramah, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta pembangunan daerah di Jawa Tengah.
Sumber: Humas Pemprov Jateng
Editor: Rosyid






























