PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Intensitas hujan yang tinggi disertai potensi pasang air laut menyebabkan tanggul di wilayah Kecamatan Tirto sempat jebol. Pemerintah Kota Pekalongan memastikan tanggul tersebut telah ditangani dengan pemasangan tanggul darurat dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air pasang pada sore hingga malam hari.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir tidak menentu. Meski sempat cerah pada pagi hari, hujan berpotensi kembali turun dalam waktu singkat.
“Intensitas hujan dari kemarin memang tinggi. Pagi tadi sekitar jam 10 sempat muncul matahari, tapi bisa saja jam 11 hujan lagi,” ujar Afzan usai kegiatan Gempur Rokok Ilegal di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Kamis, 29 Januari 2026.
Selain hujan dengan intensitas tinggi, Afzan juga mengingatkan adanya potensi pasang air laut yang diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperparah situasi di wilayah rawan banjir dan rob.
“Perkiraan dari jam 5 sore sampai jam 10 malam nanti juga ada air laut pasang. Mudah-mudahan pengaruhnya tidak banyak. Kita sudah menyiapkan semuanya, termasuk penanganan tanggul yang jebol sejak tadi malam,” jelasnya.
Menurut Afzan, tanggul yang sempat jebol telah ditangani setelah adanya laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta perangkat kelurahan setempat. Penanganan dilakukan dengan pemasangan tanggul darurat sebagai langkah cepat untuk menahan luapan air.
“Alhamdulillah, sudah ditutup dengan tanggul darurat. Mudah-mudahan kondisi bisa terkendali,” katanya.
Lebih lanjut, Afzan menegaskan Pemerintah Kota Pekalongan masih memberlakukan status tanggap bencana hingga 31 Januari 2026. Evaluasi perpanjangan status tanggap bencana akan dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi cuaca di lapangan.
“Kita masih dalam status tanggap bencana sampai tanggal 31 Januari. Kalau sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrem masih terjadi sampai tanggal tersebut. Nanti kita lihat situasi dan kondisi, apakah status darurat perlu diperpanjang atau tidak,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S
































