PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — Pemerintah Kota Pekalongan mendukung pengembangan lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang digagas Yayasan Az-Zubair Bin Al-Awwam.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), mengatakan yayasan tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial keagamaan di Kota Pekalongan. Beberapa program yang dijalankan juga telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
“Sudah ada beberapa program yang memang sudah kita bantu dalam arti perizinan dan segala macam. Ke depan pun masih seperti itu, karena programnya juga sangat luar biasa dari Pak Ketua Yayasan. Insya Allah nanti sampai ke pendidikan tinggi, mudah-mudahan bisa terrealisasi dan semuanya dilancarkan,” katanya saat menghadiri kegiatan Ifthar Jama’i bersama ulil amri dan tokoh masyarakat di Masjid Aisyah R.A. Pekalongan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Aaf menegaskan, Pemkot Pekalongan berkomitmen terus bersinergi dengan berbagai pihak selama program yang dijalankan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang penting kita sebagai pemerintah berkewajiban bersinergi dan berkolaborasi dengan siapa pun selama manfaatnya kembali untuk masyarakat Kota Pekalongan. Terutama dalam hal sosial keagamaan, karena ini penting untuk menguatkan fondasi generasi penerus supaya nantinya lebih agamis dan lebih baik dari kita,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Az-Zubair Bin Al-Awwam, Muhammad Salim At-Tamimi, mengungkapkan bahwa yayasan tengah menyiapkan pengembangan lembaga pendidikan lanjutan dari TK Imam Syafi’i yang telah berjalan. Program tersebut meliputi pendirian SD Tahfidzul Qur’an Imam Syafi’i serta Imam Syafi’i Specialist Need Center yang diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, lembaga tersebut menjadi alternatif pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang belum siap masuk ke Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Sekolah Need Center itu untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena secara empiris anak-anak berkebutuhan khusus ini secara fisik sebenarnya anak sehat, anak normal,” jelasnya.
Ia berharap rencana pengembangan lembaga pendidikan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak agar dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kalau mau dimasukkan ke sekolah, mungkin ke SLB, kadang orang tua juga belum siap. Makanya insya Allah kita akan menghadirkan sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.
Ia juga berharap pertemuan semacam ini bisa mendatangkan berbagai dukungan.
“Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini, para tokoh masyarakat dan para pemangku kebijakan bisa mendukung program-program kami,” pungkasnya. (
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























