PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memastikan kesiapan cadangan pangan untuk kondisi darurat menghadapi potensi bencana alam, gagal panen, maupun bencana sosial.
Cadangan pangan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) siap disalurkan apabila dibutuhkan masyarakat terdampak bencana.
“Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memiliki cadangan pangan yang gudangnya ada di Kecamatan Bojong. Cadangan pangan ini diperuntukkan untuk kondisi jika terjadi bencana alam, gagal panen, atau bencana sosial,” kata Kepala DKPP Pekalongan, Yudhi Himawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 13 Januari 2026.
Yudhi menjelaskan penyaluran cadangan pangan dilakukan melalui mekanisme berjenjang dan melibatkan lintas instansi. Proses diawali dari laporan pemerintah desa yang terdampak bencana kepada dinas terkait.
Di tingkat kabupaten, DKPP memiliki Tim Pengelola Cadangan Pangan yang beranggotakan lima unsur, yakni DKPP 2 unsur, Bagian Perekonomian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial.
“Tim cadangan pangan tugasnya melakukan identifikasi dan verifikasi untuk mendapatkan informasi tentang jumlah rumah tangga sasaran dan lokasi sasaran penerima bantuan. Jadi kami melakukan cross-check langsung ke lapangan,” jelasnya.
Hasil verifikasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk nota dinas tersebut kepada Bupati Pekalongan untuk pengajuan persetujuan penyaluran cadangan pangan.
“Kalau persetujuan dari bupati sudah turun, baru gabah kami proses dan kami salurkan ke wilayah yang terkena bencana,” imbuh Yudhi.
Terkait ketersediaan cadangan pangan, Yudhi menyebutkan bahwa pada awal tahun 2025 DKPP masih memiliki sisa cadangan sekitar 0,5 Ton gabah. Pemerintah juga telah melakukan pengadaan tambahan 34 ton gabah pada akhir September 2025.
“Sampai sekarang cadangan tersebut belum disalurkan, karena memang belum ada permintaan dari bawah,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































