PATI, Lingkarjateng.id – Masalah banjir di Kabupaten Pati perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah lantaran banyak wilayah rawan. Seperti halnya banjir yang melanda sejumlah wilayah bagian Pati utara pada Jumat, 9 Januari 2026.
Bupati Pati Sudewo menyampaikan salah satu faktor utama banjir terjadi karena pendangkalan sungai yang sudah lama tidak dilakukan normalisasi.
Bupati menyebut, pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) bidang sumber daya air bakal belanja dua alat berat berupa excavator merk Komatsu dengan anggaran per unit Rp1,8 miliar.
“Kalau harus normalisasi akan kita lakukan dan di tahun 2026 ini kami belanja alat berat excavator dua unit. Jadi nanti bisa akselerasi normalisasi sungai,” ungkapnya, Jumat 9 Januari 2026.
Pemkab Pati juga fokus penanganan aliran air yang menggenang di badan jalan. Kondisi ini disebut Bupati sangat mempengaruhi kualitas aspal jalan, sehingga cepat rusak.
Sebagai penanganannya, Bupati Sudewo telah mengintruksikan DPUTR melalui bidang Bina Marga untuk membeli alat berat tambahan untuk menata bahu jalan.
“Termasuk satu unit lagi alat berat untuk strap bahu jalan. Kanan kiri jalan kan lebih tinggi dari jalan, banyak rumput liar yang akan merusak kontruksi jalan karena air tidak mengalir. Jadi ada tiga alat berat yaitu dua excavator untuk pengerukan dan satunya untuk penataan bahu jalan,” imbuh Sudewo.
Dengan pembelian tiga alat berat ini, Bupati berharap bisa menjadi pendukung solusi jangka panjang penanganan banjir baik itu di wilayah perkotaan maupun di kawasan bantaran sungai.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa





























