KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban kasus penusukan di wilayah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kamis, 18 September 2025.
Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pihak keluarga tidak mengalami trauma berat dan memiliki rasa aman usai peristiwa tersebut terjadi. Apalagi, diduga keluarga korban dari DY yakni istri dan anaknya yang berusia 11 tahun menyaksikan langsung bagaimana kejadian penusukan yang terjadi di rumahnya pada Minggu malam, 14 September 2025 lalu.
“Saat ini kami memastikan terkait kondisi psikologis keluarga korban. Pada assesmen awal ini, kondisi anaknya masih normal, tidak ada gangguan trauma berat sih,“ kata Pekerja Sosial Dinsos P3AP2KB Kudus, Ferdi Wibowo usai berkunjung ke rumah keluarga korban, Kamis, 18 September 2025.
Polisi Ungkap Motif Penusukan Kakak Beradik di Wergu Wetan Kudus
Ia menjelaskan, pihaknya akan memberikan pendampingan trauma terhadap keluarga korban secara berkala. Termasuk, bekerjasama dengan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus jika diperlukan pendapingan bersama psikolog.
“Jika memang dikemudian hari ada permasalahan psikologis atau trauma berat, kami akan bantu memberikan layanan psikologis,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, melihat kondisi ekonomi keluarga korban yang ditinggalkan ini dalam kategori kurang mampu, Dinas Sosial akan mengecek apakah yang bersangkutan masuk dalam data kemiskinan atau tidak. Agar mendapat bantuan yang semestinya.
“Nanti akan kami bantu terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena tadi pas kita tanya ternyata kartu BPJS atau KIS-nya sudah tidak aktif. Jadi supaya bisa diaktifkan kembali,” terangnya.
Kakak Beradik Korban Penusukan di Kudus Dilaporkan Meninggal
Diberitakan sebelumnya, dua orang yang merupakan kakak beradik di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.
Sang adik, DY (29) meninggal tak lama setelah insiden terjadi. Sementara kakaknya, DM (37) menyusul pada Senin, 15 September 2025 pagi setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Aisyiyah Kudus.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan lebih banyak bukti.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S





























