KUDUS, Lingkarjateng.id – Pembukaan jalan penghubung antara Desa Rahtawu di Kecamatan Gebog dan Desa Ternadi di Kecamatan Dawe merupakan proyek strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Jalan tersebut rencananya akan dibangun sepanjang 3-4 kilometer.
Proyek itu sendiri sudah mulai berjalan di tahun 2025 lalu dan telah berhasil membangun jalan penghubung sepanjang 500 meter.
Pemkab Kudus pun akan melanjutkan pembangunan proyek itu di tahun 2026 dengan panjang 500 meter melalui program Karya Bakti bersama TNI.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana menyebut bahwa proyek besar gagasan Bupati Sam’ani Intakoris ini sudah terbuka sepanjang 500 meter dengan lebar jalan empat meter.
“Kami memang berencana untuk melanjutkan kembali pembangunan jalan penghubung Desa Rahtawu-Ternadi di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan Tahun 2026, masih menunggu arahan dari Bupati Kudus,” katanya.
Famny mengatakan tahap awal pembangunan jalan penghubung itu di tahun 2025 direncakan hanya dibangun sepanjang 425 meter, namun di lapangan terealisasi sekitar 500 meter.
Menurutnya, hasil tersebut membuat Pemkab Kudus semakin optimis untuk membuka akses jalan bagi masyarakat di wilayah setempat.
Ia berharap dengan adanya proyek tersebut warga setempat tidak perlu putar arah dan menempuh jarak jauh untuk masuk ke dalam dua wilayah kecamatan.
“Untuk selanjutnya, pada rencana tahun 2026 akan dibuka kembali sepanjang 500 meter, melanjutkan proyek sebelumnya. Adapun anggaran yang diperlukan berkisar Rp 500 juta. Sedangkan proyek pengerjaan dilakukan melalui program Karya Bakti. Harapan Pak Bupati, setiap tahun bisa dilanjutkan terus, sehingga di tahun 2027 harapannya bisa rampung melalui program Karya Bakti,” bebernya.
Famny menegaskan bahwa tahapan pekerjaan saat ini masih sebatas pembukaan lahan. Untuk tahap lanjutan seperti pengecoran atau peningkatan kualitas jalan, pemerintah daerah belum bisa memastikan waktunya.
“Sebelumnya, jalan tersebut merupakan jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter yang masih dipenuhi dengan semak belukar, ini sudah terbuka sebagian dengan lebar yang cukup untuk kendaraan roda empat,” tandasnya.
Menurutnya, pembukaan akses jalan penghubung ini dilakukan bukan tanpa alasan. Proyek ini diharapkan mampu mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi baru, khususnya di kawasan wisata Muria.
“Akses jalan yang lebih baik juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan meningkatkan potensi pariwisata desa,” tukasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid

































