BLORA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membuka layanan hotline pengaduan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan menyusul belum meratanya standar penyajian menu MBG di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di wilayah setempat.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora, Artika Diannita, mengungkapkan bahwa dari total kuota 73 dapur yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Kabupaten Blora, baru 52 dapur yang sudah beroperasi.
“Sekarang yang sudah beroperasi ada 52 dapur, dari target di Blora 73 dapur,” katanya.
Artika juga mendorong seluruh mitra dapur agar menyajikan menu terbaik dan sesuai standar gizi demi memastikan manfaat program MBG dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Menanggapi kondisi di lapangan, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan pentingnya pengawasan program MBG secara menyeluruh, terutama hingga ke wilayah pelosok.
Ia meminta satuan tugas (Satgas) MBG yang dipimpin Wakil Bupati Sri Setyorini untuk melakukan kontrol ketat terhadap semua dapur penyelenggara.
“Bagi masyarakat yang menemukan menu MBG tidak sesuai standar untuk segera melaporkan. Dari laporan itu akan segera kami tindak lanjuti,” ucapnya.
Arief menambahkan, Pemkab Blora telah membuka hotline pengaduan yang bisa diakses masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan di lapangan.
“Kita juga telah membuka hotline untuk masyarakat jika ingin menyampaikan dan melaporkan penyimpangan MBG di wilayahnya. Kita buka kanal WA dengan nomor 0811-2655-601 yang akan langsung direspons tim satgas MBG Kabupaten Blora,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengingatkan para mitra penyelenggara dapur MBG agar tidak bermain-main dalam penyajian makanan. Ia menegaskan, laporan masyarakat akan langsung ditindak dengan inspeksi mendadak (sidak).
“Kalau sidak bisa siang bisa malam, tergantung situasi. Sesuka-suka kami. Saya tidak mau lagi menerima aduan terkait menu yang kurang layak. Mohon semua mitra berhati-hati dalam menyajikan makanan,” terangnya.
Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satgas MBG.
Ia mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait pelaksanaan program MBG dan akan segera menindaklanjutinya dengan inspeksi langsung ke dapur-dapur yang dilaporkan.
“Untuk itu, Dinkesda yang juga merupakan bagian dari Satgas MBG akan melakukan sidak terhadap dapur SPPG yang mendapat aduan masyarakat,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid




























