PATI, Lingkarjateng.id – MTsN 1 Pati menggelar kegiatan penyuluhan dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari pada Selasa, 19 Desember 2023-Kamis, 21 Desember 2023 itu, untuk menumbuhkan kesadaran siswa untuk menghindari pernikahan dini.
Dalam kesempatan tersebut para siswa diajak untuk meningkatkan minat, bakat dan kreatifitas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencegah pernikahan dini.
“Untuk pecegahannya sendiri ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu wajib belajar 12 tahun, tingkatkan minat, bakat, dan kreatifitas anak, jogo konco, memberikan pengetahuan tentang reproduksi, dan menyebarluaskan informasi ‘Jo kawin bocah’,” kata Dinsos P3AKB Pati, Anggia Widiati di hadapan para siswa saat menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Pernikahan dini, kata Anggia, disebabkan karena pendidikan yang kurang, pengaruh media sosial, pergaulan bebas, dan gaya pacaran yang berisiko.
Tak hanya itu, Anggia juga mengingatkan kepada para siswa bahwa pernikahan dini memiliki dampak buruk bagi kehidupan.
“Dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan bagi anak yang menikah pada usia dini, antara lain stres, putus sekolah, dan masalah ekonomi,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, terdapat 333 kasus pernikahan dini di Pati pada tahun 2021 sedangkan pada tahun 2022 terdapat 574 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa kasus pernikahan dini di Pati meningkat.
Selain kasus pernikahan dini, angka perceraian di Pati dari tahun 2021 ke tahun 2022 pun mengami peningkatan.
“Dengan kasus perceraian pada tahun 2021 mencapai 2.322 kasus dan di tahun 2022 sebanyak 2.711 kasus,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak menyampaikan bahwa, pihaknya berusaha menyuguhkan berbagai kegiatan positif bagi siswa untuk mengisi jeda akhir semester gasal.
Ia berpesan kepada para siswa untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan tersebut agar mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
“Selama tiga hari ini kalian akan mendapatkan ilmu-ilmu luar biasa yang mungkin tidak didapatkan oleh siapa pun. Untuk itu, pada kesempatan berharga ini, tolong diikuti dan didengarkan dengan baik,” pesannya kepada para siswa. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Koran Lingkar)





























