SALATIGA, Lingkarjateng.id – Realisasi serapan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kota Salatiga dalam beberapa tahun belakangan tercatat melampaui target yang ditetapkan. Bahkan PBB-P2 menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah Kota Salatiga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Salatiga, Agung Hindratmiko, menyampaikan bahwa realisasi PBB-P2 tahun 2025 mencapai Rp 12,7 miliar lebih. Angka tersebut jauh melampaui target awal sebesar Rp 10,5 miliar.
“Realisasi PBB-P2 tahun 2025 sebesar Rp12.701.313.940 atau mencapai 120,96 persen dari target. Capaian ini menunjukkan kontribusi PBB yang semakin signifikan terhadap pendapatan daerah,” kata Agung, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, optimalnya penerimaan PBB memberikan ruang fiskal yang lebih kuat bagi pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Salatiga.
“Kontribusi PBB-P2 terhadap pendapatan daerah cukup tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, kata Agung, BPKPD mencatat masih terdapat sejumlah wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 120 wajib pajak masih memiliki tunggakan PBB.
Untuk menjaga kinerja penerimaan pajak daerah, Pemkot Salatiga terus melakukan penagihan secara sistematis.
“Upaya tersebut meliputi pengiriman surat teguran, penagihan lapangan, hingga tindakan penyitaan sesuai regulasi yang berlaku, dengan melibatkan aparat penegak hukum,” jelas Agung.
Disinggung soal target tahun 2026, Agung menjelaskan, Pemkot Salatiga menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp 12 miliar. Target tersebut ditetapkan secara realistis dengan mempertimbangkan potensi objek pajak serta evaluasi capaian tahun sebelumnya.
Guna mengoptimalkan pendapatan daerah, BPKPD juga akan memperkuat pengawasan pajak melalui penambahan tapping box pada sejumlah sektor usaha strategis, seperti hotel, restoran, hiburan, dan parkir.
“Dengan penguatan sistem dan pengawasan, kami optimistis PBB tetap menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah yang berkelanjutan,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S
































