SEMARANG, Lingkarjateng.id — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wakil kota serta BPBD kabupaten/kota untuk terus melakukan mitigasi bencana, dan memetakan daerah-daerah rawan bencana alam di wilayahnya.
Instruksi tersebut menyikapi peristiwa tanah longsor di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Jumat, 14 November 2025.
“Peta lokasi (rawan bencana) agar itu bisa diberikan kepada masyarakat, sehingga mereka punya kewaspadaan,” tegasnya di Semarang, Jumat, 14 November 2025 malam.
Gubernur Jateng juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman bencana alam yang terjadi di wilayah masing-masing.
“Kita imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang di pegunungan dan rawan longsor,” katanya.
Data BPBD Jateng hingga Jumat malam total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah, tiga warga meninggal dan 20 orang dalam pencarian.

Sumber: Humas Pemprov Jateng






























