PATI, Lingkarjateng.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo yang dilakukan secara senyap menjadi babak mengejutkan dalam perjalanan politik di Kabupaten Pati.
Wakil Bupati (Wabup) Pati Risma Ardhi Chandra yang kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya OTT tersebut meski penangkapan terjadi di Pendopo Kabupaten Pati.
Chandra mengungkapkan dirinya baru mengetahui kabar penangkapan Sudewo pada Senin pagi, 19 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.
Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari media sosial (medsos) yang ramai membicarakan OTT KPK, bukan dari lingkungan pemerintahan.
“Saya berangkat ke kantor seperti biasa. Sampai sekitar jam 07.45 WIB, saya juga belum tahu ada kejadian apa-apa. Baru tahu dari media sosial,” ujar Chandra di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pengakuan Chandra tersebut memperlihatkan betapa rapinya operasi yang dilakukan KPK.
Bahkan, orang nomor dua di Kabupaten Pati tidak mendapatkan informasi sedikit pun sebelum penangkapan berlangsung. Padahal, beberapa jam sebelumnya, Chandra masih menjalankan agenda bersama Sudewo.
Chandra menyebut, pertemuan terakhirnya dengan Sudewo terjadi pada Minggu sore, 18 Januari 2026, saat keduanya meninjau lokasi banjir di Desa Dukuhseti.
Kunjungan dimulai dari Pendopo Kabupaten Pati sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB di balai desa setempat.
“Setelah itu kami berpisah. Tidak ada tanda-tanda atau informasi apa pun,” lanjutnya.
Namun, beberapa jam setelah pertemuan tersebut, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB, tim penyidik KPK melakukan OTT terhadap Sudewo di Pendopo Kabupaten Pati.
Sudewo kemudian dibawa ke Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan intensif hampir 23 jam sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta pada Senin malam pukul 23.40 WIB.
KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, serta perkara korupsi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Pasca penangkapan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menunjuk Risma Ardhi Chandra sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati mulai Rabu, 21 Januari 2026.
Chandra pun menyatakan siap mengemban amanah di tengah situasi daerah yang dinilainya berat.
“Saya akan berusaha menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan dan situasi tetap kondusif. Saya mohon dukungan masyarakat,” tegasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid






























