DEMAK, Lingkarjateng.id – Cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir. Badai disertai angin kencang dan ombak besar mengakibatkan sejumlah rumah warga serta fasilitas umum di Dukuh Timbulsloko, Kecamatan Sayung rusak.
Salah seorang warga, Roni mengatakan akses jalan menuju Dukuh Timbulsloko rusak cukup parah. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan.
“Di Dukuh Timbulsloko ada sekitar 70 rumah yang masih dihuni warga. Dari jumlah itu, empat rumah mengalami kerusakan ringan dan dua rumah rusak parah akibat badai dan angin kencang,” kata Roni yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Dukuh Timbulsloko, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, warga setempat sempat melakukan perbaikan secara gotong royong, namun hingga kini jalur tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan.
“Kemarin sudah diperbaiki dari warga sama pemuda. Belum bisa dilalui (kendaraan), karena saat ini masih perbaikan terus, dan ombak juga tinggi,” ungkapnya.
“Untuk anggaran perbaikan, Alhamdulillah dari Pak Sekda dan teman-teman komunitas, relawan dan dibelanjakan untuk perbaikan akses jalan panggung,” sambungnya.
Akibat putusnya akses jalan, aktivitas warga menjadi terganggu. Sebagian warga harus menggunakan perahu untuk menuju daratan atau terpaksa berjalan kaki.
Selain jalan utama, akses jalan panggung yang terbuat dari kayu juga terdampak parah. Roni menyebutkan, sekitar 20 meter jalan panggung putus dan sekitar 300 meter lainnya dalam kondisi rusak.
Di sisi lain, warga juga harus menghadapi banjir rob yang kerap masuk ke rumah. Akhir-akhir ini badai dan ombak ganas terus menghantui warga sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi mereka.
“Saat ini posisinya siaga terus. Karena yang dikhawatirkan warga itu karena masalah angin sama ombak, kalau banjir rob itu sudah seperti teman. Karena angin sama ombak itu merusak. Kalau rob warga sudah biasa karena bertahun-tahun mengalami,” tuturnya.
Menurut Roni, sejak Januari ini gelombang tinggi kerap terjadi di wilayah tersebut. Namun dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca dinilai semakin buruk dengan adanya badai dan ombak besar.
“Kalau ombak tinggi mulai Januari kemarin sampai sekarang. Kemudian beberapa hari terakhir ini semakin parah. Kemarin juga ada badai dan ombak besar itu,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan akses jalan menuju Dukuh Timbulsloko serta pembangunan talud di sepanjang jalur masuk dukuh.
“Harapannya akses warga menuju Dukuh Timbulsloko agar segera dipercepat pembangunan dan talud untuk akses arah masuk dukuh, karena kalau nggak di talud, setiap hari dihantam ombak pasti rusak lagi,” harapnya.
Ia menjelaskan, panjang akses jalan menuju dukuh sekitar satu kilometer, bagian yang belum terbangun talud sekitar 200 meter.
“Bagian itulah yang sekarang putus karena terus dihantam ombak,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa hingga kini perbaikan lebih banyak dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama komunitas relawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Prakiraan cuaca pesisir Demak (sekitar Morodemak) umumnya berawan dengan potensi angin kencang dan hujan pada 8-10 Maret 2026, terutama sore hingga malam hari.
Gelombang di perairan Semarang-Demak diprediksi fluktuatif antara 0,5 – 1,5 meter (kategori rendah hingga sedang). Sehingga warga diharapkan waspada terhadap potensi banjir rob atau pasang air laut.
Jurnalis: M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar S































