Tanggapi Keluhan Petani, Harga Bawang Merah di Pati Alami Kenaikan

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pati Merangkak Naik

Hadi Santoso, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Pati mulai alami kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Termasuk harga bawang merah yang ikut alami kenaikan, seiring adanya keluhan yang dilakukan oleh petani bawang merah kepada para wakil rakyat di Gedung DPRD Pati, beberapa waktu lalu.

“Untuk naiknya harga bawang merah ini, sesuai dengan keinginan petani yang beberapa waktu lalu wadul ke DPRD karena murahnya harga jual,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Hadi Santosa saat menghadiri rapat bersama Bupati Pati, Rabu (27/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani bawang merah datang ke Gedung DPRD Pati untuk melakukan audiensi terkait rendahnya harga bawang merah di tingkat petani. Mereka ingin Pemkab Pati lebih peduli pada nasib petani, dan meminta bantuan agar harga bawang merah di tingkat petani tidak jeblok.

Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Jeblok, DPRD Pati: Butuh Kerja Sama Dinas Terkait

Selain harga bawang merah yang mengalami kenaikan, sejumlah bahan pokok juga mengalami kenaikan harga. Hadi menilai hal ini wajar karena tinginya permintaan masyarakat jelang hari raya Idul Fitri. Meskipun begitu, pihaknya memastikan stok di pasaran tetap aman.

“Kenaikan ini saya rasa wajar-wajar saja. Terlebih memasuki hari raya, dan setelah hari raya itu biasanya masyarakat punya gawe (hajat) ataupun acara desa seperti sedekah bumi,” paparnya.

Meski didominasi kenaikan harga, ada pula kebutuhan pokok yang mengalami penurunan. Salah satunya gula pasir yang turun menjadi Rp14.000 dari harga semula Rp14.500 per kilo.

DPRD Pati Soroti Kesenjangan Harga Bawang Merah di Tingkat Petani dan Tengkulak

“Turunnya harga gula ini karena dua pabrik gula yang ada di Pati sedang memasuki musim giling,” jelas Hadi Santosa.

Sedangkan untuk beras masih tetap di angka Rp10.000 per kilo. Stabilnya harga beras ini juga dipengaruhi oleh beberapa daerah yang sudah memasuki musim panen.

Begitupun dengan harga minyak goreng, baik yang kemasan maupun curah. Semenjak harga dikembalikan ke pasaran, stok minyak goreng di pasaran aman. Harganya pun bertahan di kisaran Rp25.000 per liter untuk minyak kemasan, dan Rp17.000 per liter untuk minyak goreng curah. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)