Polisi Temukan Kerangka Manusia di Rumah Kosong Grobogan

EVAKUASI: Polisi saat mendatangi tempat ditemukannya kerangka manusia di bangunan kosong milik UPK (Unit Pengelola Keuangan) Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

EVAKUASI: Polisi saat mendatangi tempat ditemukannya kerangka manusia di bangunan kosong milik UPK (Unit Pengelola Keuangan) Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id Kerangka manusia ditemukan di sebuah bangunan kosong di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Diduga, kerangka tersebut merupakan seorang laki-laki yang memutuskan bunuh diri di lokasi tak berpenghuni tersebut.

“Kerangka manusia diduga berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas di lokasi tersebut diduga sudah dua bulan lalu. Diduga korban merupakan gelandangan yang depresi akibat sakit yang dideritanya sehingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, karena menurut keterangan saksi, bahwa korban pernah minum kopi di warungnya dan sering mengeluh sakit di bagian dadanya,” ujar Kapolsek Penawangan, AKP Dedy, Jumat (24/06).

Kerangka manusia di lokasi tersebut, pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mencari barang rongsokan di sekitar tanah dan bangunan kosong milik Unit Pengelola Keuangan (UPK) Kecamatan Penawangan.

89 Klub Bulu Tangkis Ikuti Ajang Open Bupati Cup di GOR Bung Karno Simpang Lima Grobogan

Setelah masuk dalam bangunan tersebut, pemulung itu melihat ada kerangka manusia yang berada di bawah kusen pintu kamar. Di kusen pintu kamar tersebut, terdapat tali senar plastik warna oranye yang terikat di kusen pintu dengan simpul atas mati dan simpul bawah hidup yang diduga digunakan korban untuk gantung diri.

Kemudian seorang pemulung yang melihat kerangka manusia itu memberitahukan ke warga setempat. Dan seorang warga yang berprofesi sebagai pedagang kopi mengaku, sering melihat ada seorang laki-laki usia kurang lebih 30 tahunan, yang keluar masuk ke dalam bangunan kosong sekira kurang lebih 2 sampai 3 bulan yang lalu. Dengan ciri-ciri menggunakan kemeja lengan panjang motif kotak-kotak warna merah hitam dan topi warna hitam, serta celana warna gelap.

“Diduga gelandangan, selain itu korban diduga juga pernah minum kopi di warung di sekitar tersebut,” imbuhnya. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Lingkarjateng.id)