Mulus, Tahun 2022 Pemkab Rembang Perbaiki Jalan 54 Kilometer

Mulus Tahun 2022 Pemkab Rembang Perbaiki Jalan 54 Kilometer

MONITORING: Bupati Rembang Abdul Hafidz saat meninjau proses pengerjaan ruas jalan Kenongo-Menoro sekaligus mencoba mengendarai Vibro roller

REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemkab Rembang terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik khususnya dalam menyediakan akses jalan yang layak bagi masyarakat. Setiap tahun pengerjaan jalan di Kabupaten Rembang terus digarap demi memenuhi komitmen tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Rembang Nugroho menyampaikan, untuk tahun 2022 ini paket jalan yang sudah tender ada sebanyak 25 paket. Kemudian ditambah 1 paket pengerjaan jembatan, sehingga total ada 26 paket yang sudah tender tahun ini.

Dari jumlah paket tersebut, lanjut dia, jika ditotal ada pagu anggaran sekitar Rp. 134 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi Jawa Tengah. Dengan nilai kontrak sekitar Rp. 117 miliar.

Disebutkannya dengan jumlah anggaran tersebut total panjang jalan yang ditangani sepanjang sekitar 54 kilometer. Ditambah dengan penanganan jalan di jembatan Temperak Sarang dengan Panjang 50 meter dan lebar 9 meter.

Dari seluruh ruas jalan yang ditangani, sejumlah paket sudah selesai dalam pengerjaannya. Diantaranya ruas jalan Kalipang-Nglojo, ruas jalan Kenongo-Menoro, ruas jalan Kepoh Agung-Pragen dan ruas Jalan Sekar Arum-Sumber.

“Sisanya saat ini dalam proses penyelesaian dan harapan kami nanti di akhir Desember semua paket kami bisa selesai sesuai jadwal yang ditetapkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, seluruh paket yang sudah selesai itu sebelumnya memiliki tingkat kerusakannya diatas 30 persen atau bisa dikatakan masuk dalam kategori rusak berat. Namun saat ini kondisinya sudah baik dan layak untuk dilewati pengguna jalan.

Dijelaskannya, terkait penanganan konstruksi jalan pada dasarnya disesuaikan dengan kondisi lalulintas harian rata-rata. Jika lalu lintas harian rata-ratanya berat, konstruksi yang digunakan sebanyak 3 lapis, yaitu AC Base, AC BC dan AC WC. Sedangkan untuk lalu lintas harian sedang atau ringan, menggunakan konstruksi 2 lapis, yaitu  AC BC dan AC WC.

“Kalau terkait dengan lalu lintas harian rata-rata yang berat pilihannya ada 2. Bisa menggunakan lapis aspal dan bisa menggunakan lapis beton. Kalau pakai aspal itu 3 lapis, kalau pakai beton itu biasa kita gunakan tebal 25 centimeter,” bebernya.

Dirinya mengungkapkan dengan perbaikan jalan sepanjang 54 kilometer di tahun 2022 ini, tentu memiliki pengaruh yang signifikan untuk menyumbang tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Rembang. Istilah mantap dapat diartikan bahwa jalan dalam kondisi baik dan sedang.

“Saya rasa dengan perbaikan jalan sepanjang 54 kilometer kenaikannya cukup signifikan untuk menyumbang tingkat kemantapan jalan kami. Bisa sampai 80 persen,” jelasnya

Dirinya menyebutkan, kendala yang saat ini dihadapi dalam pengerjaan proyek jalan salah satunya adalah kondisi cuaca. Seperti yang diketahui akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Rembang sering terjadi hujan.

“Jadi kegiatan di lapangan itu sedikit banyak terganggu jika terjadi hujan,” ucapnya.

Meski demikian, pengerjaan jalan harus tetap dikerjakan dan harus selesai sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Pihaknya pun sudah menginstruksikan kepada penyedia jasa untuk mencari alternatif lain agar pengerjaan jalan selesai tepat waktu.

RAMPUNG: Ruas jalan Kepoh Agung-Pragen yang sudah selesai pengerjaan dan bisa dimanfaatkan pengguna jalan.

Beberapa masukan alternatif yang diberikannya kepada penyedia jasa seperti menambah jam kerja ketika cuaca cerah dan menambah jumlah peralatan serta jumlah tenaga kerja. Dengan begitu proses pengerjaan jalan bisa lebih dipacu.

“Harapan kami dengan alternatif-alternatif yang sudah kita instruksikan pengerjaan itu tetap bisa berjalan walaupun dalam kondisi musim penghujan,” terangnya.

Disinggung terkait rencana pembangunan di tahun 2023, Nugroho menyampaikan saat ini masih dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2023. Namun secara umum jumlah pembangunan di tahun ini lebih banyak ketimbang tahun depan.

“Kalau dibandingkan tahun ini jumlahnya ya lebih sedikit. Karena tahun ini kita lebih banyak dibiayai dana pinjaman. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun 2021, lebih banyak tahun 2023,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, dalam pembangunan atau perbaikan jalan ada 2 strategi yang digunakan. Meliputi strategi penahapan dan strategi prioritas.

Jika strategi penahapan, pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dilakukan keseluruhan dalam waktu tertentu. Kemudian jika strategi prioritas, pekerjaan jalan dilakukan pada titik yang strategis dan tingkat kerusakan jalan yang sangat parah.

“Yang kita utamakan 2 itu, fungsi jalannya strategis dan tingkat kerusakan jalannya sudah cukup parah sehingga harus segera ditangani,” pungasnya. (R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar | Lingkarjateng.id)