Meriah, Ribuan Warga Saksikan Puncak Acara Grebeg Besar Demak

Meriah,-Ribuan-Warga-Saksikan-Puncak-Acara-Grebeg-Besar-Demak

BERSIAP: Prajurit Patangpuluhan yang bersiap mengawal di acara Grebeg Besar Demak. (Tammalia Amini/Lingkarjateng.id)

DEMAK, Lingkarjateng.id – Ribuan masyarakat memeriahkan puncak acara Grebeg Besar Demak tahun 2022. Puncak kegiatan ini digelar dengan parade iring-iringan prajurit patangpuluhan.

Prosesi iring-iringan prajurit patangpuluhan di acara Grebeg Besar Demak ini, diawali penyerahan bokor berisi kembang setaman sebagai ubo rampe penjamasan dari Bupati Demak Eisti’anah sebagai Adipati Demak Bintoro kepada Ki Lurah Tamtomo. Kemudian, segera dibawa menuju pendopo Notobratan Kadilangu. Selanjutnya, bokor tersebut akan diserahkan kepada sesepuh ahli waris kanjeng Sunan Kalijaga sebagai ubo rampe atau perlengkapan berziarah dalam prosesi penjamasan pusaka.

Iringan prajurit patangpuluhan ini tampak meriah dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini karena melibatkan Bendi (Dokar) sebanyak 130 lebih, dan mengerahkan penari Zipin sebanyak 7 grup, pemain Kuda Lumping kurang lebih 70 personel dan Barongan kurang lebih 100 orang.

Prosesi Iring-Iringan Prajurit Grebeg Besar Demak Diundur

Bupati Demak bersama Forkopimda dan pejabat lainnya berpakaian adat Jawa, untuk wanita memakai kebaya kutu baru sedangkan pria memakai beskap. Menaiki Dokar menuju makam Sunan Kalijaga untuk selanjutnya melaksanakan Ziarah.

Di sepanjang jalan dari pendopo kabupaten, alun-alun, hingga arah menuju makam kadilangu terpantau ramai dipadati oleh para warga yang ingin menyaksikan acara. Masyarakat yang hadir mengaku senang dan antusias menyaksikan acara.

“Senang mbak. Soalnya kan memang sudah lama tidak lihat kirab begini. Kebetulan juga itu anak saya nari zipin di sana. Jadi ya sambil menyaksikan penampilan anak saya juga,” kata rubiyah salah seorang warga yang menyaksikan.

Sebelumnya pada Sabtu (9/7) malam, juga telah diberangkatkan iring-iringan Tumpeng Songo (Sembilan Tumpeng) dari Pendopo Kabupaten menuju Serambi Masjid Agung Demak. Tumpeng Songo tersebut menggambarkan sembilan wali yang telah turut mendirikan Masjid Agung Demak.

Selain sembilan tumpeng juga di bawa gunungan hasil bumi Kabupaten Demak sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dan kesuburan tanah di Demak.

Sesampainya di Masjid Agung, dilakukan pengajian bersama dengan mengangkat Tema: Tingkatkan Iman dan Taqwa untuk Demak bermartabat maju dan sejahtera. Seusai pengajian, para jamaah yang hadir di berikan sedekah makanan sebanyak 2.000 bungkus. Hal ini untuk menghindari rebutan tumpeng. Sebab mereka meyakini tumpeng dan nasi yang disediakan di Masjid Agung setelah didoakan akan membawa berkah. (Lingkar Network | Tammalia Amini – Koran Lingkar)