Arpusda Rencanakan Terobosan untuk Car Free Day Pati Selanjutnya, Apa Itu?

car free day pati

ASYIK BACA: Anak-anak didampingi orangtua tampak antusias membaca buku yang disediakan oleh Perpustakaan Keliling saat Car Free Day Pati, Minggu (17/7).

PATI, Lingkarjateng.id Perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kabupaten Pati kembali meramaikan Car Free Day Pati (CFD) di depan sebelah timur Alun-alun Pati, Minggu (17/7).

Pustakawan Arpusda Pati, Puguh Saifullah berencana membuat inovasi atau terobosan pada CFD selanjutnya dengan mengadakan pementasan story telling atau mendongeng bagi anak-anak.

Hal itu ia lakukan guna menumbuhkan minat baca masyarakat Pati, khususnya anak-anak sekolah. Seperti bercerita, membaca puisi, hingga menggambar dengan tema literasi. Atau dengan menggelar lomba berdurasi pendek, misalnya membuat poster tentang perpustakaan.

DLH Bakal Perketat Penjagaan Car Free Day Pati

“Agenda selanjutnya mungkin kita melaksanakan aktivitas yang menarik. Tidak hanya perpustakaan keliling dan layanan lainnya, tapi kita wacanakan adanya story telling atau mendongeng bagi anak-anak di CFD selanjutnya. Kemudian pementasan terkait dengan literasi, seperti baca puisi oleh anak-anak,” ungkapnya.

Arpusda Pati selalu mengikuti car free day, dan ini sudah untuk ketiga kalinya pasca vakum selama dua tahun lebih akibat pandemi Covid-19.

MENYEMUT: Lautan manusia memadati pelaksanaan Car Free Day Pati yang digelar pada Minggu pertama dan ketiga.

Puguh menyebut, pada pelaksanaan perpustakaan keliling yang ketiga ini, minat baca khususnya pada anak-anak semakin ada peningkatan dibandingkan CFD pertama dan kedua.

Car Free Day Pati, Nikmati Secangkir Kopi sambil Nonton Lingkar TV

“Ini (perpustakaan keliling) sudah jalan 3 kali selama car free day. Alhamdulillah cukup antusias. Datang beberapa anak setengah jam jalan lagi, terus yang lain datang lagi anak sama keluarga. Lumayan banyaklah daripada dulu,” ucap Puguh.

Tak hanya itu saja, Arpusda juga menerima sumbangan buku dari masyarakat untuk dijadikan koleksi yang akan disimpan di Perpustakaan Daerah Pati (Perpusda).

“Tadi ada yang menyumbangkan buku dari masyarakat. Kita terima, tapi nanti untuk administrasi kita layani pada jam kerja di kantor untuk dibuatkan sertifikat tanda terima ucapan terima kasih. Biasanya kita buatkan seperti itu,” sambungnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Koran Lingkar)