3 Hari Hilang Terseret Arus Sungai Candi Blora, Petani Ditemukan Tewas

EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi Sulastri (50) korban tenggelam di Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten pada Jumat, 2 Desember 2012. (Facebook Basarnas Jawa Tengah/Lingkarjateng.id)

EVAKUASI: Tim SAR Gabungan mengevakuasi Sulastri (50) korban tenggelam di Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten pada Jumat, 2 Desember 2012. (Facebook Basarnas Jawa Tengah/Lingkarjateng.id)

BLORA, Lingkarjateng.id – Seorang petani bernama Sulastri (50), warga RT 1 RW 2 Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora ditemukan tewas tenggelam akibat terseret arus sungai desa setempat pada Jumat, 2 Desember 2012.

Sebelumnya, Sulastri dilaporkan terseret arus Sungai Candi bersama dua orang lainnya pada Selasa, 29 November 2022. Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan di hari ketiga pasca dilaporkan sekira jam 09:00 WIB.

Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan di radius 100 meter dari lokasi korban diduga hilang.

“Korban berhasil ditemukan ke arah barat, jarak dari tempat kejadian kurang lebih 100 meter dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.

Kronologis peristiwa bermula pada Selasa 29 November 2022 pada jam 17.00 WIB. Hari itu dilaporkan tiga petani asal Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora hendak pulang dari sawah melintas Sungai Candi. Identitas ketiga petani tersebut adalah, Sulastri (50), Ali Rifai (50), dan Siti Maryam (45).

Sementara menurut keterangan Kepala Dusun Candi, Desa Candi, Bambang, ketiga petani tersebut terseret arus sungai. Korban Siti Maryam ditemukan pertama kali sekira jam 23.00 WIB dalam keadaan meninggal dengan luka pada bagian kepala. Sedangkan Ali Rifai, yang merupakan suami Maryam juga ditemukan tewas sekira jam 06.00 WIB di sebelah barat jembatan Sungai Pelabuhan.

“Setelah dapat laporan warga, saya langsung ke lokasi sawah. Namun Sungai Kedungmalang dalam kondisi banjir. Bersasarkan saksi mata, tapi orangnya gak bisa bicara (bisu), hanya memberikan bahasa isyarat bahwa ketiganya terbawa banjir. Maka dari itu kita langsung melakukan pencarian,” bebernya.

Dari informasi tersebut Tim SAR Gabungan bersama Polsek Todanan, TNI dan Banser melakukan pencarian di sepanjang Sungai Kedungmalang, Sungai Kalisoko, Sungai Pelabuhan dan Sungai Galuk.

“Jadi, masih satu yang belum ditemukan atas nama Sulastri dan saat masih dalam proses pencairan. Sedangkan untuk kedua korban langsung dimakamkan,” imbuhnya.

Upaya pencarian tim SAR gabungan dibagi menjadi dua. Search Rescue Unit (SRU) 1 melaksanakan penyisiran susur sungai ke arah barat dengan jarak dari tempat kejadian kurang lebih 5 KM, sedangkan SRU 2 melaksanakan penyisiran dengan perahu karet sejauh 5 KM. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)