BLORA, Lingkarjateng.id – Memasuki musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakkan 3M Plus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Blora Prih Hartanto mengatakan, penyakit ini menjadi ancaman kesehatan setiap tahun karena meningkatnya curah hujan menyebabkan banyak genangan air, tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
“DBD adalah infeksi virus yang gejalanya biasa muncul 4-10 hari setelah seseorang terinfeksi. Gejala umumnya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit,” ujarnya, Jumat, 21 November 2025.
Ia menyampaikan, bila tidak ditangani dengan baik, penyakit DBD dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. Oleh sebab itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran virus dengue.
“Salah satu upaya utama dalam mencegah DBD adalah melalui gerakan 3M Plus, yaitu serangkaian tindakan sederhana untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Gerakan menguras, menutup dan mengubur, serta mendaur,” jelasnya.
Prih menambahkan, adapun unsur “Plus” dalam gerakan ini mencakup langkah tambahan untuk meningkatkan perlindungan dari gigitan nyamuk. Diantaranya seperti menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa di ventilasi dan jendela, menjaga kerapian pakaian agar tidak menjadi tempat persembunyian nyamuk, serta menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender atau kayu manis di sekitar rumah.
“Kombinasi antara perilaku hidup bersih melalui 3M Plus dapat menekan penyebaran DBD selama musim hujan. Dengan penerapan itu keluarga juga akan terlindungi dari potensi penyakit yang berisiko fatal ini,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S






























