Pekalongan (lingkarjateng.id) – Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyebut, pemerintah daerah hingga kini belum melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap dapur MBG yang berada di wilayahnya.
Sebelumnya, ramai di media sosial terkait kualitas pendistribusian program menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan yang disebut banyak yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Aaf, sapaan akrabnya menyebut jika program menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan memang diarahkan dalam bentuk makanan kering sesuai instruksi dari pemerintah pusat.
“Kita tidak tahu, karena memang kita belum cek ke seluruh dapur MBG, terutama yang ada di Kota Pekalongan. Tapi memang sebetulnya instruksi dari pusat itu, untuk bulan puasa menunya berupa menu kering, seperti roti dan lain-lain, jadi menu siap saji,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menilai, video atau foto yang beredar di media sosial umumnya menampilkan menu yang dinilai kurang layak konsumsi. Namun, hal tersebut belum bisa dijadikan gambaran kondisi seluruh dapur MBG.
“Kalau yang beredar di media sosial itu kan yang memang kualitasnya dianggap kurang layak. Kurang layak dalam tanda kutip. Tapi kita juga belum tahu apakah seluruh dapur MBG seperti itu, atau memang ada yang layak dan ada yang tidak,” kata Aaf.
Menurutnya, menu yang layak biasanya tidak dipublikasikan, sementara yang dianggap bermasalah justru lebih sering viral di media sosial. Karena itu, pihaknya masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
“Saya rasa memang kemungkinan ada yang layak dan ada yang tidak. Yang layak ini biasanya tidak dipublikasikan di media sosial, sedangkan yang tidak layak justru dipublikasikan. Tapi jumlahnya lebih banyak yang mana, itu nanti yang akan kita cross-check.” jelasnya.
Aaf juga menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki kewenangan untuk mengawasi langsung dapur-dapur MBG. “Karena pemerintah daerah belum diberikan kewenangan untuk mengawasi secara langsung dapur-dapur MBG. Pengawasannya masih dari BGN sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan menu MBG memang disajikan dalam bentuk menu kering sesuai arahan pimpinan.
“Untuk selama Ramadhan, sesuai dengan perintah pimpinan kami, menu yang disajikan memang dalam bentuk menu kering,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (27/2/2026).
Ia juga menegaskan, jika ditemukan makanan yang tidak laik konsumsi, pihak penerima diminta segera mengembalikannya kepada SPPG yang melayani agar dapat diganti. “Jika ditemukan menu yang tidak laik konsumsi, agar langsung dikembalikan kepada SPPG yang melayani supaya bisa diganti dengan yang lebih baik,” katanya.
Faishal menambahkan, masyarakat juga dapat menyampaikan kritik dan masukan terkait pelaksanaan MBG melalui Hotline MBG Kota Pekalongan.
“untuk segala kritik dan masukan, masyarakat juga bisa menghubungi Hotline MBG Kota Pekalongan di nomor 0852-2615-0966,” pungkasnya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian






























