GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Menteri HAM Natalius Pigai mengunjungi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. R Soedjati Purwodadi, Selasa, 13 Januari 2026.
Kehadirannya didampingi langsung oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi beserta jajaran Forkopimda setempat.
Natalius Pigai tampak mendatangi bansal para korban untuk melakukan checking keadaan korban. Ia juga sempat berinteraksi langsung dengan korban untuk mengetahui kronologi kejadian.
Dari interaksi yang dilakukan dengan korban, ia menyimpulkan dugaan keracunan MBG ini disebabkan tidak terjaganya kebersihan makanan saat disajikan kepada para penerima.
“Kesimpulan saya dari informasi yang saya terima dari mereka, sakitnya setelah makan makanan yang sama dan penyakit yang diderita juga sama. Ini disebabkan makanan yang kurang higienis,” tegas Pigai.
Menurut Pigai, makanan yang tidak higienis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi melanggar hak dasar warga negara, khususnya hak atas kesehatan dan hak atas rasa aman dalam memperoleh layanan publik.
“Korban ini mayoritas anak-anak sekolah. Mereka seharusnya mendapatkan makanan bergizi yang aman, bukan justru menimbulkan sakit,” ujarnya.
Ia juga mengatakan akan menindaklanjuti kasus ini bersama dengan Pemkab Grobogan untuk mengevaluasi SPPG terkait agar dapat memberikan pelayanan yang memenuhi standar.
Ia juga menyampaikan saat ini MBG telah memiliki 53 juta penerima manfaat. Oleh sebab itu, dirinya mengakui bahwa pasti masih ada kekurangan dalam pelayanan MBG.
Namun pihaknya akan terus berupaya untuk memperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Kejadian di Grobogan harus menjadi pelajaran penting agar kasus serupa tidak terulang di daerah lain,” tandasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar S































