Demak (lingkarjateng.id) – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi peran Pondok Pesantren yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan keagamaan serta pembentukan karakter santri yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki semangat kebangsaan.
Menag Nasaruddin menyebut jika pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat serta memperkuat persatuan bangsa.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap pesantren, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun melalui program-program strategis nasional,” kata Nasaruddin kepada awak media di sela kunjungannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyyah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2)..
Ditegaskan, penguatan pesantren menjadi salah satu prioritas pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ditandai dengan penguatan kelembagaan pesantren di lingkungan Kementerian Agama, salah satunya dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pondok Pesantren.
“Dulu pondok pesantren hanya berada di bawah satu direktur. Sekarang diangkat menjadi satu direktorat jenderal,” ujarnya.
Selain penguatan kelembagaan, Nasaruddin juga menyoroti peningkatan signifikan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) di lingkungan Kementerian Agama. Ia menyebutkan, kuota PPG bagi guru madrasah dan pesantren mengalami peningkatan hingga 700 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“PPG dan pelatihan guru sebelumnya kuotanya sangat terbatas. Sekarang peningkatannya mencapai 700 persen,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pengangkatan guru madrasah melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga mengalami peningkatan meski dilakukan secara bertahap.
“Pengangkatan guru madrasah atau PPPK pada tahun-tahun sebelumnya sangat sedikit. Sekarang sudah ada peningkatan, meskipun belum bisa dilakukan sekaligus karena jumlahnya sangat banyak dan kuota juga terbatas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara pesantren dan sekolah umum dalam pelaksanaan program tersebut.
“Makan bergizi gratis itu juga ada di pondok pesantren dan sekolah. Insyaallah pada saatnya nanti semua pondok pesantren akan memanfaatkan program MBG ini. Ini merupakan tanda yang baik, hanya memang perlu waktu untuk memaksimalkan pelaksanaannya,” tuturnya.
Menag juga memberikan bantuan kepada Ponpes Futuhiyyah sebesar Rp 100 juta. Diharapkan jalinan silaturahmi dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. ***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian
































