PEKALONGAN, Lingkarjateng.id — Sebanyak 58 hafidz Al-Qur’an dan anak-anak hebat dari MTs 45 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, diajak memperingati momentum bulan Muharam dengan bergembira.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Failasuf, seorang tokoh masyarakat dan perajin batik di Desa Kemplong, Kecamatan Wiradesa itu merupakan acara rutin tahunan untuk memberikan semangat kepada para penghafal Al-Quran dan anak yatim piatu.
Para peserta terdiri dari santri kelas 7 hingga 9 dengan hafalan Juz 26 hingga 30. Kegiatan ini juga menyasar anak-anak yatim dan siswa berprestasi dari lingkungan sekitar.
Dalam tradisi tahunan ini, bubur suro disajikan sebagai simbol doa dan kebersamaan. Bukan sekadar hidangan, bubur suro mengandung nilai spiritual yang mendalam dan menjadi penanda keberkahan bulan Muharam.
Penggagas kegiatan, Failasuf, mengatakan bahwa bulan Muharam, khususnya hari Asyura, memiliki makna penting yang dapat membangkitkan semangat amal dan kepedulian.
“Pemerhatian terhadap para hafidz dan anak yatim piatu di bulan Asyura atau bulan Muharam ini sangat penting. Harapannya, mereka diberikan motivasi dan semangat untuk terus belajar dan menghafal Al-Quran, dalam kondisi apapun. Meskipun mungkin hidup dalam kekurangan atau tidak lagi memiliki orang tua, kami ingin mereka tetap semangat,” tuturnya.
Adapun pemilihan Asyura untuk kegiatan rutinan ini juga bukan tanpa alasan.
“Karena bulan Asyura ini merupakan bulan yang sangat bermakna. Pertama, Asyura adalah bagian dari bulan Muharam yang menandai awal tahun baru Hijriyah. Kedua, di bulan ini banyak peristiwa penting yang menjadi pengingat sekaligus tonggak semangat. Hari ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa satu Muharam bukan sekadar pergantian tahun, tapi juga momentum untuk membangun semangat baru—semangat belajar, semangat berprestasi, dan meraih cita-cita,” tandasnya.
Salah satu peserta, Shilma, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.
“Acaranya seru, makanannya enak, dan kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Citra. Menurutnya kegiatan ini bisa memberikan semangat belajar dan menghafal Al-Quran.
“Semoga pendidikan anak-anak yatim dan anak kurang mampu bisa lebih diperhatikan lagi. Kami juga jadi lebih semangat belajar dan menghafal Al-Quran. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua donatur yang sudah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk kegiatan ini” jelas citra.
Jurnalis: Fahri Alakbar
Editor: Ulfa






























