REMBANG, Lingkarjateng.id – Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan seperti PMII, HMI, dan GMNI menggelar aksi damai bertajuk Mimbar Ekspresi: September Hitam di depan Gedung DPRD Rembang, Kamis, 4 September 2025 malam.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa tampil dengan pakaian serba hitam dan menyalakan lilin membentuk formasi persegi. Di tengah formasi, mereka duduk lesehan berhadapan langsung dengan para pemangku kebijakan daerah.
Aksi diisi dengan doa bersama dan tabur bunga di depan 10 foto korban yang meninggal dalam sejumlah demonstrasi di berbagai daerah akhir-akhir ini.
Bukan saja berekpresi dengan tulisan, sejumlah mahasiswa juga menampilkan teatrikal dan deklamasi puisi. Salah satu peserta membawakan teatrikal puisi berjudul Mata Luka Sengkon Karta dengan penuh penghayatan.
Ruang ekspresi mahasiswa ini dihadiri sejumlah pejabat Forkompimda, di antaranya Bupati Rembang Harno, Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro, Dandim 0720 Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng, serta Ketua DPRD Rembang Abdul Rouf bersama para wakil ketua dan anggota dewan lainnya.
Kapolres Rembang, AKBP Dhanang Bagus Anggoro, menyampaikan apresiasi terhadap aksi damai tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk ekspresi yang sehat dalam menyampaikan aspirasi.
“Bagus, kritik itu kita terima dengan tangan terbuka karena memang kita ini tidak boleh anti kritik, dengan seperti itu,” ujar Kapolres.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi malam itu sekaligus merupakan bentuk penghormatan tujuh hari wafatnya Affan Kurniawan, korban yang meninggal akibat terlindas mobil rantis Brimob dalam unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Kapolres juga menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan 1.000 personel gabungan dari Polres, TNI, dan unsur pemerintah daerah.
“Standby sekarang 1.000 personel baik polisi maupun dari rekan-rekan TNI. Kita sampaikan ke Pak Dandim untuk anggota Kodim untuk melaksankan pengamanan secara totalitas, jadi kalau masyarakat berfikir, ini adalah upaya kepolisian mendimanisir situasi,” terangnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Ulfa
































