SALATIGA, Lingkarjateng.id – Terminal Tipe A Tingkir Salatiga akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai H-10 hingga H+10 Hari Raya Idul Fitri 2026. Posko tersebut disiapkan sebagai pusat layanan dan koordinasi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Candra Yanuar, mengatakan posko terpadu angkutan lebaran ini melibatkan berbagai instansi guna memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan optimal.
“Posko terpadu ini menjadi pusat koordinasi layanan selama masa angkutan Lebaran, baik untuk pengaturan operasional, informasi, maupun penanganan kondisi darurat penumpang,” ujarnya pada Senin, 9 Maret 2026.
Operasional posko akan melibatkan lintas instansi, seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan seluruh kebutuhan layanan bagi pemudik dapat terpenuhi dengan baik.
Berbagai layanan akan disediakan di posko terpadu. Diantaranya informasi jadwal keberangkatan bus, layanan pengaduan barang tertinggal atau hilang, hingga pendampingan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pengelola Terminal Tingkir juga menyiapkan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, mulai dari hiburan live music, pojok baca, hingga kursi pijat berbayar yang dapat dimanfaatkan penumpang saat menunggu keberangkatan bus.
“Fasilitas pendukung lainnya juga diperkuat, seperti ruang laktasi bagi ibu hamil dan menyusui, ruang kesehatan untuk penumpang yang sakit atau mengalami mabuk perjalanan, serta ruang tenang bagi penyandang disabilitas intelektual dan down syndrome,” terangnya.
Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik, pihak terminal juga merencanakan penambahan kursi di ruang tunggu. Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri akan dibuka layanan zakat fitrah yang bekerja sama dengan lembaga amil zakat di Kota Salatiga.
Sementara itu, terkait pengaturan arus kendaraan selama masa mudik, Terminal Tingkir juga akan bersinergi dengan pihak kepolisian dalam rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan terminal.
Pihak terminal berharap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) tetap masuk ke terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Dengan begitu tidak terjadi penumpukan penumpang di luar terminal, sehingga pelayanan kepada pemudik tetap tertib dan lancar,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































