JEPARA, Lingkarjateng.id – Ketua Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan layanan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), di Posyandu Ananda 2 di Desa Pengkol, Kabupaten Jepara, Senin, 29 September 2025.
Transformasi ini menjadikan Posyandu Ananda 2 tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup lima bidang layanan dasar lainnya, yaitu pendidikan, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), perumahan rakyat, pekerjaan umum, dan sosial.
Nawal mengapresiasi Posyandu Ananda 2 yang sudah bertransformasi melayani 6 SPM. Terlebih ada dua inovasi program terkait penanganan stunting. Yaitu Klanting (Kelola Jelantah Untuk Menurunkan Stunting) dan Si Kumbang (Skrining Tumbuh Kembang Pada Balita).
“Minyak jelantah ini bisa (dimanfaatkan) menjadi satu nilai ekonomi, kemudian ini bisa dibuat untuk tambahan makanan untuk balita. Ini satu inovasi yang luar biasa,” kata Nawal usai kegiatan.
Istri Wakil Gubernur Jateng itu juga mendorong seluruh kader Posyandu di Jawa Tengah agar terus melakukan inovasi yang mendukung enam bidang SPM.
Dalam kegiatan tersebut, Nawal meninjau enam meja layanan sesuai bidang SPM di Posyandu Ananda 2 dan berdialog langsung dengan para petugas. Ia menekankan bahwa keberadaan layanan harus benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Enam SPM ini bukan hanya menggelar meja, tetapi harus ada pelayanannya, sehingga pendidikan di sini misalnya, harus ada PAUD yang tersedia, (layanannya) menempel di Posyandu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meninjau pelaksanaan program unggulan Pemprov Jateng, Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang saat itu dimanfaatkan oleh puluhan warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.
Secara administratif, Nawal menilai Posyandu Ananda 2 telah memenuhi standar, termasuk dengan kehadiran enam meja layanan. Namun, ia mengingatkan perlunya tambahan kanal aduan agar masyarakat dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
“Apa yang bisa diadukan di Posyandu ini belum tersosialisasi di masyarakat. Maka harapannya dari Posyandu melakukan sosialisasi secara masif, bagaimana masyarakat ini juga bisa ikut berpartisipasi, bukan hanya untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nawal juga menyalurkan bantuan 100 paket sembako untuk perempuan lansia, 50 paket untuk kader Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, serta susu dan beras fortifikasi untuk ibu hamil.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, menegaskan bahwa peran kader Posyandu kini harus lebih luas dari sekadar menimbang balita.
“Dengan melayani enam SPM, tidak hanya terpaku pada layanan kesehatan, tapi juga enam bidang lainnya. Melalui Posyandu 6 SPM ini, harapannya masyarakat dapat lebih luas mengakses layanan dasar,” ujar Laila, yang akrab disapa Ella.
Sumber: Pemprov Jateng
Editor: Rosyid






























