PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan memastikan setiap organisasi kemasyarakatan (ormas) penerima hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melalui mekanisme dan rekomendasi resmi dari pemerintah daerah (pemda).
Hal itu disampaikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, saat menghadiri pelatihan dan workshop pembelajaran mendalam serta KAA SIT yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Kabupaten Pekalongan di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Menurut Haryanto, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara ormas dan pemerintah dalam mengelola dana hibah provinsi secara akuntabel.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena melibatkan Kesbangpol sebagai bentuk tanggung jawab atas rekomendasi yang diberikan pemerintah kabupaten untuk ormas penerima hibah dari provinsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rekomendasi dari Kesbangpol menjadi syarat penting bagi setiap ormas yang ingin mengakses bantuan hibah dari tingkat provinsi.
Hal ini juga sejalan dengan ketentuan dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan bahwa setiap dana hibah disalurkan kepada lembaga yang kredibel dan aktif menjalankan program kemasyarakatan.
“Di Kabupaten Pekalongan ini ada lebih dari 150 ormas, dan banyak di antaranya yang bermitra dengan Pemerintah Provinsi. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dijalankan dengan baik, transparan, serta tetap bersinergi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Haryanto menambahkan, pada tahun 2026 nanti masih akan ada sejumlah ormas yang berkesempatan memperoleh dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam hal ini, Kesbangpol Kabupaten Pekalongan tetap berperan dalam pengawasan, pendampingan, dan pemberian rekomendasi agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.
“Kami titip pesan kepada seluruh ormas di Kabupaten Pekalongan agar terus menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat sinergi dengan Forkopimda serta pemerintah daerah,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid































