PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan kendaraan pengangkut sampah guna mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ada 20 unit kendaraan roda tiga yang diperuntukkan untuk 20 lembaga dan kelompok masyarakat guna meningkatkan efektiftas pengangkutan sampah di desa dan lingkungan permukiman.
Bupati Fadia menegaskan, keberadaan armada pengangkut sampah sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga.
“Sampah yang dibiarkan menumpuk bukan hanya merusak keindahan, tapi juga bisa menimbulkan penyakit. Karena itu harus kita kelola bersama-sama,” ujarnya saat serah terima bantuan tersebut di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pada kesempatan itu, Bupati Fadia menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan akan menambah armada agar seluruh desa memiliki fasilitas pengangkut sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Pihaknya turut menyinggung arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait persoalan sampah agar pemerintah daerah dan masyarakat lebih serius menangani sampah.
Merespons arahan presiden, Bupati meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengoordinasikan kepala desa untuk menjadwalkan kerja bakti rutin membersihkan lingkungan minimal satu kali dalam sebulan.
“Saya juga sangat mengapresiasi kinerja jajaran Pemkab Pekalongan dalam penataan kawasan kumuh. Upaya tersebut mengantarkan Kabupaten Pekalongan meraih peringkat tiga tingkat Provinsi Jawa Tengah.” Jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan M. Abduh Gazalimenjelaskan bahwa 20 unit kendaraan roda tiga tersebut didistribusikan ke enam kecamatan. Kecamatan Kedungwuni menerima 10 unit, Tirto 4 unit, Doro 2 unit, serta masing-masing 1 unit untuk Kecamatan Bojong, Kajen, dan Karanganyar.
“Bantuan ini kami arahkan ke kelompok masyarakat yang paling dekat dengan sumber sampah agar pengangkutan bisa lebih cepat dan optimal,” jelas Abduh.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa
































