PATI, Lingkarjateng.id – Jelang datangnya Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada Senin 17 Juni 2024, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok aman dan tidak mengalami kelangkaan. Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Disdagperin Pati Hadi Santoso saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 5 Juni 2024.
Bahkan beberapa harga sembako di pasar tradisional mengalami penurunan harga, seperti telur ayam dari Rp 28 ribu/kg turun di angka Rp 27 ribu/kg, ataupun bawang merah dari Rp 40 ribu/kg turun menjadi Rp35 ribu/kg.
Penurunan ini, kata Hadi, dikarenakan ketersediaan stok yang masih aman di pasaran. Meskipun dalam beberapa hari terakhir banyak permintaan dari masyarakat yang memiliki hajat.
“Daya beli masyarakat Pati belum mengalami lonjakan untuk saat ini masih dalam taraf wajar, ada beberapa komoditas harganya yang turun meskipun tidak semuanya dan dipastikam masih aman,” ujarnya.
Meskipun belum ada lonjakan dikebutuhan pokok, Hadi tetap memantau kenaikan menjelang Idul Adha di grosir besar di pasar-pasar yang telah terdata dan memastikan ketersediaan stok.
“Biasanya komoditas daging sapi, daging ayam dan minyak goreng mengalami kenaikan mendekati hari raya kurban, bahkan kebutuhan gas elpiji bisa juga mengalami lonjakan permintaan,” tambahnya.
Tidak hanya sembako saja, Hadi juga memastikan ketersediaan gas LPG aman tidak mengalami kelangkaan seperti Hari Raya idul Fitri lalu. Pihaknya juga bakal terus melakukan pemantauan baik pasar maupun di agen-agen guna memastikan ketersediaan dan kestabilan harga.
“Jika permintaan gas elpiji meningkat kita sudah antisipasi menambah kuota di bulan Juni ini, tapi sampai hari ini di agen masih aman dan kebutuhan masyarakat masih wajar. Kita akan selalu komunikasi dengan agen atau pangkalan gas elpiji jika diperlukan menambah kuota,” pungakasnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)





























