KENDAL, Lingkarjateng.id – Program jambanisasi di Desa Gedong, Kecamatan Patean sebagai sasaran fisik TNI Manunggal Membangu Desa (TMMD) Reguler ke-127 telah rampung.
Jambanisasi yang sebelumnya direncanakan dilaksanakan di 5 titik, ditambah menjadi 10 titik. Program ini tentunya disambut gembira oleh warga penerima manfaat.
Program ini memberikan manfaat bagi warga yang selama ini yang belum memiliki fasilitas sanitasi memadai dan permanen sesuai standar kesehatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni menjelaskan, program Jambanisasi dalam rangka TMMD Reguler ke-127 tahun 2026 di Desa Gedong dengan volume sebanyak 10 titik akhirnya selesai 100 persen.
“Harapannya dengan pembangunan jambanisasi ini dapat mewujudkan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga dan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” ujar Yanuar, Selasa 10 Maret 2025.
Program jambanisasi TMM Reguler ini terwujud atas sinergitas antara TNI Kodim 0715/Kendal, Pemkab Kendan dan Baznas dengan alokasi anggaran Rp 3 juta per satu titik.
“Kegiatan jambanisasi ini mendapat support alokasi anggaran dari Baznas Kendal sebanyak 10 jamban masing-masing Rp 3 juta. Artinya kita mendapat support penganggaran dari Baznas kurang lebih Rp 30 juta,” ungkapnya.
Yanuar berharap melalui program jambanisasi ini tentunya memberikan dampak dan kontribusi nyata yang diwujudkan dalam program TMMD Reguler ke-127.
“Kami melihat di Desa Gedong ini masih banyak warga yang belum memiliki jamban, sehingga kami harap pembangunan 10 jamban melalui program TMMD ini merupakan awal stimulus untuk kelanjutan program jambanisasi di masa yang akan datang,” harapnya.
Kasdim 0715/Kendal, Mayor Inf Cosmos Joko Kristanto berharap seluruh sasaran fisik TMMD Reguler di Desa Gedong, termasuk jambanisasi dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Hari ini disampaikan sasaran fisik dan non fisik sudah tuntas semua. Harapannya mari sama-sama kita menjaga seluruh yang telah kita kerjakan dan kita capai bersama-sama ini,” pesannya.
Sebelumnya, penerima manfaat, Surip yang sebelumnya sehari-hari harus menumpang ke rumah anaknya, sekarang tidak perlu repot lantaran sudah memiliki jamban sendiri di rumahnya.
“Sangat senang sekali karena sekarang sudah punya jamban sendiri. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan pemerintah atas bantuan jambanisasi kepada kami,” ucapnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S





























