JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memprioritaskan pembukaan jalur baru Sumanding–Tempur sebagai solusi atas terputusnya akses menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, akibat longsor yang terjadi berulang.
Kebijakan ini diambil setelah jalur utama menuju kawasan desa wisata di lereng Pegunungan Muria kerap tertutup material longsoran.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat, sejak awal Maret hingga akhir bulan, telah terjadi lima kali longsor di wilayah tersebut. Dua di antaranya terjadi pada Jumat dan Sabtu, 27-28 Maret 2026.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa progres pembukaan jalur alternatif sepanjang sekitar 6 kilometer tersebut kini telah mencapai 80 persen. Dari total panjang jalan, sekitar 5 kilometer di antaranya sudah dapat dibuka.
“Target kami empat pekan ke depan jalur ini sudah bisa difungsikan,” katanya.
Menurutnya, jalur baru ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk menjaga mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas pariwisata di Desa Tempur yang selama ini terdampak gangguan akses.
Selain pembukaan jalur, pemerintah daerah juga menyiapkan tahapan lanjutan berupa pengerasan badan jalan dan penataan sistem drainase.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan jalur terhadap potensi longsor, terutama saat musim hujan.
“Untuk anggarannya nanti akan kami anggarkan di APBD Perubahan tahun ini,” imbuhnya.
Pemkab Jepara berharap jalur Sumanding–Tempur dapat menjadi akses vital baru yang lebih aman, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan lereng Muria.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid































