BATANG, Lingkarjateng.id — Polres Batang meresmikan Media Management Center (MMC) sebagai pusat komando informasi pada Selasa, 13 Januari 2026 pagi.
Peresmian MMC Polres Batang dipimpin mantan Kapolres AKBP Edi Rahmat Mulyana sebelum resmi bertugas sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Jawa Barat.
Sementara tongkat estafet kepemimpinan Polres Batang telah diserahkan kepada AKBP Veronika pada Senin, 12 Januari 2026.
MMC merupakan misi terakhir AKBP Edi yang telah lama ia rancang untuk menghadirkan pusat pengelolaan informasi yang representatif dan modern.
Gedung MMC Polres Batang sebelumnya merupakan bangunan koperasi yang kemudian direvitalisasi. Pusat komando informasi ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kehumasan, termasuk ruang konten dan siniar.
AKBP Edi Rahmat Mulyana menegaskan bahwa keberadaan pusat informasi merupakan kebutuhan mendasar bagi institusi kepolisian di era digital. Menurut dia, perkembangan teknologi informasi menuntut Polri untuk bergerak cepat dan adaptif dalam mengelola arus informasi yang semakin masif.
“Di era digitalisasi saat ini, sangat penting bagi satuan kepolisian untuk bisa mengelola informasi dengan baik. Pemberitaan sekarang bisa diakses dari mana pun, tidak terbatas tempat, jarak, dan waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, derasnya arus informasi juga membawa tantangan karena tidak semua informasi yang beredar di ruang publik bersifat benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Edi menekankan pentingnya transformasi Polri, khususnya melalui fungsi kehumasan.
“Semua orang sekarang bisa mengakses media dan memberikan informasi. Ada yang benar, ada juga yang tidak. Tentunya Polri harus terus bertransformasi untuk menyikapi kondisi ini,” ujarnya.
Edi berharap MMC Polres Batang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran kepolisian maupun insan pers. Gedung tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi internal Polri, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi dengan media dan pegiat media sosial.
“Saya tinggalkan media center ini agar dipergunakan dengan baik. Ini bisa menjadi wadah bagi teman-teman media. Yang mau menggunakan ruangan podcast, silakan, jangan sungkan,” ucapnya.
Menurut Edi, MMC merupakan representasi wajah Polres Batang dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia menilai gedung tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pengolahan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Selain fungsi teknis, Edi juga ingin MMC memiliki suasana kerja yang nyaman sehingga mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inovasi baru di bidang kehumasan. Ia meyakini lingkungan kerja yang baik akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Ia juga berharap keberadaan MMC dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh Kapolres Batang yang baru. Ia menyebut AKBP Veronika memiliki latar belakang dan visi yang sejalan dengannya.
“Saya berharap media center ini bisa dilanjutkan oleh pimpinan Polres Batang yang baru. Mudah-mudahan satu visi dan misi, sehingga apa yang sudah dibangun bisa terus berkembang,” katanya.
Bidang kehumasan Polres Batang mencatat sejumlah prestasi AKBP Edi, termasuk menembus peringkat tiga besar dalam berbagai lomba kehumasan tingkat kepolisian.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Batang, Ahmad Ujianto, menilai revitalisasi gedung menjadi MMC merupakan bukti nyata komitmen pimpinan Polres Batang terhadap keterbukaan informasi publik.
Menurut Ahmad, kontribusi Edi selama memimpin Polres Batang tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilannya membangun sinergi yang kuat dengan awak media dan pegiat media sosial.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batang, Kutnadi, yang menilai penyediaan MMC sebagai upaya progresif dalam memperkuat hubungan Polri dan media.
Persmian Media Management Center diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan informasi yang transparan, cepat, dan akurat, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian, media, dan masyarakat.
Editor: Ulfa































