PATI, Lingkarjateng.id – Lalu lintas di Jalan Pantura Pati-Juwana turut Desa Widorokandang, Kecamatan/Kabupaten Pati tesendat imbas genangan banjir pada Rabu, 14 Januari 2026. Terpantau kendaraan mengular hingga 3 kilometer sampai Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Sejumlah personel Satlantas Polresta Pati bersiaga mengatur arus lalu lintas di simpang tiga Widorokandang untuk mengurai kepadatan kemacetan.
Kepala Satlantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi mengimbau para pengendara khususnya mobil dan sepeda motor untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan lebih parah. Sedangkan untuk kendaraan berat, pihaknya mengimbau agar tetap bersabar melalui Pantura.
“Kami laporkan untuk jalur alternatif dari Rembang ke Pati, bisa melalui Batangan menuju Jaken-Jakenan, itu pun hanya roda dua dan kendaraan golongan I. Untuk kendaraan berat tetap melalui jalur Pantura,” terangnya.
Selain meminta untuk mengindari Pantura, pengendara yang dari arah timur menuju Kudus ataupun sebaliknya juga dihimbau untuk tidak melintas di areal dalam kota. Hal ini dikarenakan masih adanya genangan air di sejumlah titik di dalam kota Pati.
“Adapun upaya Satlantas, kami lakukan rekayasa terbatas mengalihkan arus dari arah timur menuju lingkar selatan. Hal ini dikarenakan jalur menuju kota mengalami genangan air. Volume dari JLS saat ini minim, didominasi dari timur dan kendaraan berat,” jelasnya.
Selain pengaturan arus lalu lintas, Satlantas juga meminta para sopir berhati-hati ketika melintas di genangan air banjir lantaran terdapat jalan berlubang yang tertutup air.
“Situasi arus lalu lintas mengalami perlambatan, tepatnya dari arah Rembang menuju Pati. Dalam hal ini volume kendaraan didominasi golongan I. Kami lakukan rekayasa terbatas dikarenakan terjadi genangan air atau luapan dari sungai di Pantura. Sehingga mengakibatkan terjadi perlambatan dan juga ada lubang-lubang di Pantura,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa





























