Blora (lingkarjateng.id) – Jalan alternatif yang merupakan jalur kewenangan Pemprov Jateng terutama di ruas Singget Doplang-Cepu masih mengalami kerusakan di beberapa titik seperti di Desa Kediren Kecamatan Randublatung dan di Desa Sogo Kedungtuban.
Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi melalui Ketua Kelompok Kerja Wilayah Blora dan Sragen, Umar, mengatakan, jika saat ini pihaknya tengah menangani titik yang masih belum tersentuh oleh rigit beton dengan cara tambal sulam.
“Saat ini baru kita tambal dengan metode CAP atau Campuran Aspal Panas, agar para pemudik bisa lebih nyaman saat melewati jalur ini,” kata Umar, Selasa (17/3).
Selain itu sejumlah perbaikan dilakukan pada titik rigid beton yang sudah berlubang dan pecah.
“Pekerjaan utama memang pemeliharaan rutin penambalan lubang ruas jalan Singget Doplang-Cepu. Selain itu juga ada perbaikan beton pecah di beberapa lokasi untuk kelancaran lalu lintas mudik lebaran 2026,” terangnya.
Adapun beberapa titik yang saat ini menjadi fokus perawatan, diantaranya KM 113+600-700 di Dusun Karang Panas Desa Gabusan, Jati, 5 segmen. KM 118+100-200 Dusun Grasak, Desa Pelem, 8 segmen. KM 119+500-600 Dusun Karang Geneng Desa Randulawang 2 segmen. KM 134+500-600 Desa Kutukan 6 segmen.
“Kondisi sekarang rigid/beton yang diperbaiki sudah open traffic semua siap dilalui para pemudik dan dihimbau untuk tetap berhati-hati karena perkerasan jalan masih banyak yang bergelombang. Patuhi rambu-rambu lalu lintas,” bebernya.
Data dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, pada tahun anggaran 2026 ini sudah dianggarkan paket Peningkatan Jalan Singget Doplang Cepu sepanjang 0,600 Km dengan pagu anggaran Rp. 5.276.000.000 untuk pekerjaan pelebaran beton dan overlay aspal.
“Untuk sementara lokasi-lokasi perkerasan jalan yang rusak tersebut kita lakukan pemeliharaan ringan dulu. Infonya lanjutan nanti kita sampaikan,” pungkas Umar. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian






























