Pekalongan (lingkarjateng.id) – Menjelang Ramadhan, Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, Jumat–Minggu (13–15 Februari 2026), di GOR Jetayu.
Kegiatan itu kerjasama Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, bersinergi dengan Perum Bulog, Bank Indonesia Tegal, serta Rooang Karya Kanzus Sholawat.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengatakan GPM bertujuan meringankan beban masyarakat, terutama warga yang belum lama ini terdampak banjir. Masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menjaga stabilitas harga pangan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berupaya menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga wajar agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan,” kata Lili pada Sabtu (14/2/2026).
Menurut Lili, pada 2026 kegiatan GPM tidak hanya digelar menjelang Ramadan, tetapi juga direncanakan berlangsung pada pertengahan Ramadhan, Idul adha, serta menjelang Natal dan Tahun Baru.
Lili menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Dinperpa menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan jumlah cukup besar setiap hari. Di antaranya beras sebanyak 750 kantong, terdiri dari 400 kantong beras premium dan 350 kantong beras SPHP.
Selain itu tersedia minyak goreng dan gula pasir masing-masing 600 kilogram, telur ayam 100 kilogram, serta bawang merah dan bawang putih total 500 kilogram. “Pembelian diatur menggunakan kupon dengan batas maksimal dua item per jenis guna pemerataan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Lili, harga yang ditawarkan pun lebih rendah dari pasaran. Beras premium 5 kilogram dijual Rp63.000, beras SPHP Rp55.000, minyak goreng Rp14.500 per liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram, telur ayam Rp27.500 per kilogram.
Kemudian untuk daging ayam Rp35.000 per ekor, bawang merah Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp33.000 per kilogram. Serta aneka frozen food, sayuran, cabai, ikan segar, hingga olahan ikan juga turut dijual.
“Antusiasme warga sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang Ramadan,” ucapnya.
Salah seorang warga Kelurahan Panjang, Elisa, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. “Selisih harganya lumayan, terutama beras yang 5 kiloan. Di pasar bisa sampai Rp75 ribu, di sini hanya Rp63 ribu,” tukas Elisa.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian































